Tekanan biaya hidup yang makin mencekik membuat pemerintah Thailand bergerak. Lewat Kementerian Perdagangan, mereka baru saja meluncurkan kampanye nasional bertajuk "Thailand Helps Thailand". Intinya, program ini adalah upaya serius untuk meredam gejolak harga yang dirasakan warganya sehari-hari.
Caranya? Kolaborasi dengan produsen dan jaringan ritel besar. Hasilnya, ada potongan harga yang cukup menggoda hingga 58% untuk lebih dari 3.000 produk kebutuhan pokok. Angka ini melesat jauh dibanding program sebelumnya yang cuma mencakup sekitar 1.100 barang.
Menurut Poonpong Naiyanapakorn, Dirjen Departemen Pengembangan Bisnis Kementerian Perdagangan Thailand, empat raksasa ritel dan grosir ikut mendukung penuh. Mereka adalah Makro, Lotus's, Tops, dan GO Wholesale.
"Mereka menawarkan diskon pada sedikitnya 1.000 produk, terutama merek sendiri dan barang kebutuhan penting dengan harga terjangkau," jelasnya.
Jangan bayangkan barang-barang niche. Yang didiskon ini benar-benar kebutuhan harian. Mulai dari sabun, sampo, pasta gigi, deterjen, sampai bahan pangan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan mi instan. Bahkan bumbu dapur, makanan kaleng, perlengkapan rumah tangga, dan produk perawatan diri juga masuk dalam daftar.
Nah, untuk beras, diskonnya bisa sampai 50%. Beberapa merek bahkan ngasih promo beli satu gratis satu. Ada juga yang potong harganya hingga 58% untuk beras kemasan.
Ritel seperti Makro dan Lotus's memangkas harga beras jasmine dan beras putih sekitar 5-30%. Sementara GO Wholesale lebih fokus ke pelaku usaha kecil dan pembeli grosir. Mereka nawarin promo khusus kalau beli dalam jumlah gede.
Contohnya, produk beku kayak alpukat atau kentang goreng bisa didiskon 34-40% untuk pembelian grosir. Daging babi cincang, ikan kakap, dan udang putih juga turun harganya, sekitar 6-15%.
Artikel Terkait
Kemensos Terapkan Moratorium Total Perjalanan Dinas ke Luar Negeri
Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat untuk Tekan Biaya Maskapai
Ketua Banggar DPR Usulkan Verifikasi Sidik Jari untuk Penerima Subsidi LPG 3 Kg
Petugas DKI Gunakan Foto AI untuk Tanggapi Laporan Warga, Terancam Sanksi