Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh Tidak Akan Dibebankan ke APBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pembayaran utang proyek kereta cepat Whoosh tidak akan dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut penjelasan resmi, tanggung jawab pengelolaan utang Whoosh berada di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Opsi Pembayaran Utang Whoosh Masih Dibahas
COO Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa skema pembayaran utang kereta cepat Whoosh masih dalam pembahasan. Dalam rapat koordinasi di Kementerian Keuangan, Dony menyatakan pihaknya akan mengikuti keputusan pemerintah mengenai opsi terbaik untuk menyelesaikan kewajiban utang tersebut.
"Perdebatan itu yang menurut saya sebetulnya kita akan cari opsi terbaik. Belum tentu pakai itu dan kami mengikuti aja," jelas Dony Oskaria.
Kinerja Operasional Whoosh Sudah Positif
Pemerintah menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu utang Whoosh karena secara operasional, kereta cepat ini telah menunjukkan kinerja positif. Whoosh saat ini melayani sekitar 20-30 ribu penumpang per hari dan telah membukukan EBITDA positif.
"Tak usah khawatir bahwa Whoosh ini kan memberikan manfaat banyak ya, terutama sekali transportasi. Yang paling penting kita sampaikan kepada masyarakat bahwa secara operasional, KCIC itu sudah membukukan positif secara operasional," tegas Dony.
Dengan kondisi operasional yang sehat dan manfaat nyata yang diberikan bagi masyarakat, pemerintah memastikan akan memilih solusi terbaik dalam mengelola utang proyek kereta cepat Whoosh tanpa membebani APBN.
Artikel Terkait
Penolakan Warga Hambat Pembangunan Sekolah Rakyat di Temanggung, Mensos: Lahan Sudah Clear and Clean
Indonesia Diproyeksikan Jadi Pasar Penerbangan Terbesar Keempat Dunia pada 2030, Tantangan MRO Masih Membayangi
Anthropic Siapkan Dana Rp3.200 Triliun untuk Google Cloud, Jadi Kontrak AI Terbesar
Pemerintah Pastikan Kesiapan SDM Kompeten untuk Penuhi Kebutuhan Industri Kendaraan Listrik