Lebih detail, Fahim dituduh membobol situs militer rahasia untuk mencuri senjata. Semua tindakannya, kata otoritas, dilakukan atas nama "rezim Zionis dan Amerika Serikat".
Ini bukan eksekusi pertama terkait gelombang protes itu. Sejak akhir Desember hingga awal Januari, jalanan Iran memang memanas. Awalnya, aksi itu cuma soal kenaikan harga, tapi kemudian meluas. Berubah jadi gerakan antipemerintah yang menyebar ke berbagai wilayah. Puncaknya terjadi sekitar 8-9 Januari lalu.
Pemerintah Teheran punya pandangan sendiri. Mereka mengakui unjuk rasa bermula damai. Namun begitu, situasi berubah drastis. Otoritas menyebutnya sebagai "kerusuhan yang dihasut pihak asing", yang diwarnai aksi kekerasan dan vandalisme. Dan kini, eksekusi terhadap Ali Fahim menjadi babak terbaru dari kisah panjang itu.
Artikel Terkait
Prabowo Minta Kampus Bantu Daerah Tata Ruang dan Kaji Masalah Perumahan
Rajiah Sallsabillah Kejar Tiket Terakhir ke Asian Games di Kejuaraan Panjat Tebing Asia
Fahri Hamzah Kritik Pernyataan Saiful Mujani Soal Menjatuhkan Prabowo
Kebun Binatang Ragunan Perluas Jam Operasional Wisata Malam ke Hari Kerja