Saat ini, kondisi korban masih dalam pemantauan ketat. Untuk sementara, S ditempatkan di sebuah rumah perlindungan. Di sanalah proses pemulihan dan treatment berjalan, memberi ruang aman baginya untuk berbenah.
"Kondisinya masih dalam pendampingan," imbuh Rita, menegaskan bahwa upaya pemulihan ini adalah proses berkelanjutan. Mereka juga tak bekerja sendirian; UPT PPA Provinsi DKI Jakarta dan Komnas Perempuan turut digandeng dalam pendampingan ini.
Modus Awal yang Tak Senonoh
Lantas, bagaimana awal mula kejadiannya? Ternyata, pelaku yang berinisial WAH memulai aksinya dengan percakapan merendahkan. Sang driver secara tak pantas menanyakan apakah si korban membuka "jasa" open BO.
"Di situ ada kalimat-kalimat yang menyatakan bahwa si driver ini mengajak berkencan atau mempertanyakan, apakah perempuan ini membuka open BO," ujar Rita mengungkapkan pembukaan percakapan pelaku.
Kata-kata itulah yang menjadi pembuka dari tindakan pelecehan berikutnya. Sebuah awal yang menggambarkan betapa rapuhnya rasa aman di ruang publik, bahkan di dalam kendaraan yang seharusnya menjadi angkutan terpercaya.
Artikel Terkait
Truk Alat Berat Seret Kabel, 500 Pelanggan PLN di Tulungagung Gelap
Pesawat Tempur AS F-15E Dikabarkan Ditembak Jatuh di Iran
Saksi Ungkap Alasan Bobby Kemnaker Minta Biaya Nonteknis untuk Sertifikat K3
Persik vs Persijap Berakhir Imbang, Gol Enrique Dibatalkan VAR dan Penalti Gagal