Menurut Agung, poin utamanya adalah menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya. “Mulai dari memilah, lalu mengolah menjadi kompos. ASN harus memimpin perubahan ini di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dia berharap ASN bisa menjadi motor penggerak, bukan hanya di lingkungan keluarga, tapi juga untuk mengajak seluruh warga Pekanbaru bergerak bersama.
Di sisi lain, instruksi ini nggak main-main. Ada mekanisme pengawasan dan evaluasi berjenjang yang bakal jadi bagian dari penilaian kinerja pegawai. Bagi yang aktif dan konsisten, ada reward atau penghargaan yang menanti.
Sebaliknya, bagi yang menyepelekan? Siap-siap saja. Ada sanksi berupa pembinaan dan evaluasi kinerja sesuai aturan. Pemerintah kota ingin menunjukkan bahwa kebijakan ini serius dan harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Pada akhirnya, visinya sederhana tapi ambisius: perubahan besar menuju kota bersih dan berkelanjutan harus dimulai dari aparatur pemerintah dulu. Baru kemudian meluas ke seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau ASN sudah menjadi contoh, masyarakat akan ikut bergerak,” tutup Agung Nugroho. “Dari rumah, kita selesaikan sampah untuk masa depan Pekanbaru yang lebih bersih dan lebih baik.”
Artikel Terkait
Saksi Ungkap Alasan Bobby Kemnaker Minta Biaya Nonteknis untuk Sertifikat K3
Persik vs Persijap Berakhir Imbang, Gol Enrique Dibatalkan VAR dan Penalti Gagal
Presiden Prabowo Perintahkan Reklamasi Lahan KAI untuk Kepentingan Negara
Vivo T5 Pro Dikabarkan Segera Rilis di Indonesia, Bawa Spesifikasi Unggulan