Gunung Semeru Erupsi 7 Kali dalam Satu Pagi, Status Tetap Siaga

- Senin, 06 April 2026 | 11:00 WIB
Gunung Semeru Erupsi 7 Kali dalam Satu Pagi, Status Tetap Siaga

Di sisi lain, ancaman nyata membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan serangkaian imbauan ketat. Intinya, masyarakat diminta menjauhi kawasan rawan. Aktivitas dilarang sama sekali di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak. Itu adalah zona inti bahaya.

Bahkan di luar jarak itu, tetap ada batasan. Warga tidak boleh mendekati tepian sungai atau sempadan Besuk Kobokan dalam jarak 500 meter. Kenapa? Potensi perluasan awan panas dan aliran lahar masih mengintai, bisa menjalar hingga 17 kilometer dari puncak.

Radius lima kilometer dari kawah juga jadi zona terlarang. Daerah itu rawan dihujani batu pijar yang terlontar saat erupsi.

Kewaspadaan harus tetap tinggi. Menurut Liswanto, ancaman tak cuma datang dari udara. Masyarakat perlu memantau potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang bisa mengalir deras lewat sungai-sungai berhulu di puncak Semeru. Beberapa yang disebutkan antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Tak ketinggalan, sungai-sungai kecil anak dari Besuk Kobokan juga berpotensi dilanda lahar. Situasinya dinamis, dan semua pihak diminta tetap siaga.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar