Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi Serangan Infrastruktur

- Senin, 06 April 2026 | 08:05 WIB
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi Serangan Infrastruktur

Jadi, apa syarat Iran untuk membuka selat itu? Seyyed Mehdi Tabatabaei, seorang pejabat komunikasi di kantor presiden Iran, bersikeras. Selat Hormuz baru akan dibuka setelah ada pembayaran ganti rugi atas kerusakan perang.

Pembayarannya nanti akan diambil dari biaya transit melalui sebuah "rezim hukum baru" di sekitar selat. Gagasan ini sejalan dengan pernyataan Iran sebelumnya yang ingin mengubah kendali mereka atas selat menjadi sumber pendapatan jangka panjang.

Menurut Tabatabaei, ancaman Trump itu cuma tanda keputusasaan. "Mereka telah menggunakan kata-kata kotor dan omong kosong karena putus asa dan marah," ujarnya menepis.

Konflik ini sendiri berawal dari serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari lalu, yang langsung memacetkan lalu lintas di selat strategis itu. Serangan-serangan sejak itu telah menyasar banyak tempat, dari jembatan hingga sekolah dan rumah sakit. Banyak ahli yang berpendapat, beberapa aksi itu berpotensi digolongkan sebagai kejahatan perang.

Dan tentang kapan perang ini akan berakhir? Trump enggan memberikan jawaban pasti. Saat ditanya, dia hanya berkata, "Saya akan segera memberi tahu Anda."

Suasana tegang masih menggantung. Tenggat waktu tinggal hitungan jam. Dunia menunggu, apakah ancaman itu akan benar-benar diwujudkan, atau ada jalan lain yang muncul di menit-menit terakhir.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar