Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta yang ramai, Kamis lalu, seorang pengacara tampil sebagai saksi. Dia adalah Dodi S Abdulkadir, yang dikenal publik sebagai kuasa hukum mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Namun kehadirannya kali ini berkaitan dengan kasus lain yang tak kalah rumit: dugaan perintangan penyidikan untuk perkara migor, timah, dan gula. Dodi datang karena pernah menjadi penasihat hukum mantan Mendag, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong.
Di kursi pesakitan, duduk tiga terdakwa: Juanedi Saibih, M Adhiya Muzzaki, dan Tian Bahtiar yang menjabat sebagai Direktur JakTV. Suasana pun mulai tegang ketika jaksa penuntut memulai pemeriksaan.
"Saudara adalah penasihat hukum Pak Thomas Trikasih Lembong?" tanya jaksa, membuka dialog.
"Iya, betul," jawab Dodi singkat.
Pertanyaan kemudian berbelok ke para terdakwa. Jaksa ingin tahu apakah Dodi mengenal Junaedi Saibih. Dengan lugas, Dodi menyangkal. "Tidak kenal," ujarnya. Namun begitu, dia mengaku kenal dengan satu nama lain: Marcella Santoso. Marcella sendiri adalah terdakwa dalam kasus dugaan suap yang terkait vonis lepas perkara minyak goreng.
"Dengan Marcella Santoso?" tanya jaksa melanjutkan.
"Kenal," sahut Dodi.
Jaksa lalu mendalami hubungan keduanya. Dodi menjelaskan, pengenalannya dengan Marcella terjadi secara profesional, tepatnya saat dia menangani perkara Tom Lembong dulu. Semua pertanyaan jaksa soal itu diiyakannya.
Nah, di sisi lain, peran Dodi saat ini sedang menjadi sorotan di ranah yang berbeda. Dia kini mendampingi Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Jadwalnya cukup padat. Sidang untuk kasus Nadiem itu sendiri rencananya akan memasuki pemeriksaan saksi pada Senin depan. Persidangan yang pasti akan ditunggu banyak pihak.
Artikel Terkait
Gubernur DKI: 112 Juta Warga Gunakan Transportasi Umum di Triwulan I 2026
Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Indonesia Usai Dapat Tawaran
Kebakaran di Grogol Petamburan Tewaskan Satu Keluarga, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Karyawan Minimarket Bobol Brankas Rp52 Juta, Habiskan untuk Judi Online dalam 3 Jam