Donald Trump kembali membuat ancaman terbuka. Kali ini, Presiden AS itu menyasar infrastruktur sipil Iran. Dalam sebuah unggahan di media sosial Truth Social yang penuh kata-kata kasar, dia menyatakan serangan akan dilancarkan besok jika Selat Hormuz tak juga dibuka.
"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat s itu, dasar b" g, atau kalian akan hidup di Neraka - LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah," tulis Trump.
Unggahan itu sekaligus mengulang ancamannya untuk menghancurkan aset-aset vital Iran. Tenggat waktunya jelas: Senin ini. Itu adalah hari terakhir dari ultimatum 10 hari yang dia berikan pada 26 Maret lalu.
Sebelumnya, Trump sempat terlihat optimis. Dalam wawancara dengan Fox News, dia mengaku yakin bisa mencapai kesepakatan dengan Iran sebelum batas waktu. Dia bilang negosiasi sedang berlangsung. Tapi kini, nada ancamannya kembali mengeras.
Di sisi lain, reaksi Iran justru berbanding terbalik. Mereka mengecam keras ancaman Trump itu. Bahkan, mereka berjanji akan membalas setiap serangan yang terjadi.
"Sekali lagi, presiden AS secara terbuka mengancam akan menghancurkan infrastruktur yang penting bagi kelangsungan hidup warga sipil di Iran," tegas misi Iran untuk PBB dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan itu menambahkan, "Komunitas internasional dan semua negara memiliki kewajiban hukum untuk mencegah tindakan kejahatan perang yang keji tersebut. Mereka harus bertindak sekarang. Besok sudah terlambat."
Artikel Terkait
Jaksa Tuntut Seumur Hidup untuk Pelaku Pembunuhan dan Pemutilasi Pacar di Mojokerto
Lebih dari 1.100 Kali Gempa Susulan Guncang Bitung Pascagempa Megathrust M7,6
KPK Periksa Istri Bupati Rejang Lebong Terkait Kasus Suap Proyek Rp 91 Miliar
Dua Warga NTT Diamankan Usai Curi Komodo untuk Dikirim ke Thailand