Gedung Putih mengonfirmasi pada Jumat (3/4) bahwa Presiden Donald Trump telah mendapat laporan soal insiden pesawat tempur AS yang jatuh di Iran. Operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran untuk awak pesawat yang hilang pun langsung digelar.
“Presiden telah diberikan informasi,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam sebuah pernyataan yang dirilis Sabtu (4/4/2026).
Informasi itu sendiri datang dari tim keamanan nasional yang berkumpul di Sayap Barat. Mereka terus memberikan pembaruan terbaru kepada Trump, yang sejak pagi hari Jumat bekerja dari Ruang Oval.
Di sisi lain, narasi dari Teheran sungguh berbeda. Lewat juru bicara komando operasional militernya, Iran mengklaim telah menembak jatuh “jet tempur musuh Amerika” itu dengan sistem pertahanan udara canggih milik Angkatan Udara Garda Revolusi.
“Pesawat jet itu hancur total, dan pencarian lebih lanjut masih berlangsung,” imbuh pejabat tersebut.
Nuansa jadi semakin tegang ketika seorang reporter televisi Iran di saluran resmi menyebut, siapa pun yang berhasil menangkap awak pesawat secara hidup-hidup akan “menerima hadiah yang berharga”.
Namun begitu, laporan dari media AS justru punya cerita lain. Mereka menyebut pasukan khusus Amerika konon telah berhasil menyelamatkan satu dari dua awak pesawat. Satu orang lainnya, sayangnya, masih dinyatakan hilang dan jadi fokus utama operasi penyelamatan.
Situasinya masih berkembang. Dan dari balik meja di Ruang Oval, Trump terus memantau perkembangan ini, menunggu kabar selanjutnya dari timnya di lapangan.
Artikel Terkait
Polisi Musnahkan 200 Kg Ganja Hasil Pengungkapan Ladang 20 Hektar di Empat Lawang
Presiden Prabowo Hadir Langsung Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro 2027 ke DPR, Diapresiasi sebagai Sinyal Politik Strategis
Prabowo Berterima Kasih ke PDIP karena Pilih di Luar Pemerintahan, Dasco: Itu dari Hati Paling Dalam
Imigrasi Tangerang Deportasi 19 WNA Pelaku Love Scamming di Apartemen Teluknaga