Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melaporkan portofolio sahamnya kepada Badan Etika Federal, dan temuan ini memicu sorotan tajam karena banyak investasi yang terkait langsung dengan kebijakan pemerintahannya. Laporan yang dirilis pada Rabu (20/5/2026) dan dikutip dari Associated Press mencatat lebih dari 3.600 transaksi jual-beli saham selama kuartal pertama tahun 2026. Sejumlah besar transaksi tersebut melibatkan perusahaan-perusahaan yang keuntungannya secara langsung dipengaruhi oleh keputusan Trump sebagai kepala negara.
Salah satu aset yang menonjol dalam portofolio tersebut adalah saham Nvidia senilai enam juta dolar AS. Perusahaan teknologi itu mendapat persetujuan dari Trump untuk menjual chip canggih ke China pada tahun lalu, sebuah kebijakan yang secara langsung berdampak pada nilai sahamnya. Selain itu, portofolio presiden juga mencakup saham sejumlah pemasok militer utama Amerika Serikat, seperti Lockheed Martin, General Dynamics, dan Northrop Grumman. Ketiga perusahaan ini diuntungkan oleh eskalasi konflik militer AS di Iran.
Richard Painter, mantan kepala penasihat etika Gedung Putih di era pemerintahan George W. Bush, mengecam keras temuan ini. Menurutnya, jika seorang menteri pertahanan memiliki portofolio serupa, tindakan itu sudah dapat dikategorikan sebagai kejahatan. “Secara teknis dia dapat melakukan ini, tetapi ini merupakan pelanggaran kepercayaan yang mendasar,” ujar Painter, yang juga dikenal sebagai kritikus vokal terhadap praktik perdagangan saham di kalangan pejabat tinggi negara.
Hukum Amerika Serikat melarang pegawai federal memiliki aset keuangan yang dapat dipengaruhi oleh pekerjaan mereka. Namun, aturan tersebut memberikan pengecualian khusus bagi presiden. Meski demikian, kritik tetap mengalir karena potensi konflik kepentingan yang muncul dari kepemilikan saham perusahaan yang labanya bergantung pada kebijakan pemerintah.
Di sisi lain, pihak keluarga Trump membantah adanya keterlibatan langsung presiden dalam pengelolaan portofolio tersebut. Seorang juru bicara bisnis keluarga Trump menyatakan bahwa seluruh investasi dikelola oleh pihak ketiga yang memiliki wewenang penuh dalam mengambil keputusan. “Baik Presiden Trump, keluarganya, maupun Organisasi Trump tidak berperan dalam memilih, mengarahkan, atau menyetujui investasi tertentu,” kata juru bicara itu dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa presiden dan keluarganya tidak menerima pemberitahuan sebelumnya tentang aktivitas perdagangan dan tidak memberikan masukan apa pun terkait keputusan investasi atau manajemen portofolio.
Artikel Terkait
BI Pangkas Batas Pembelian Valas Tunai Jadi 25 Ribu Dolar AS per Bulan, Berlaku Juni 2026
Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada Resmi Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026, Final Digelar di New Jersey
Gubernur Sumbar Dorong Penambang Ilegal di Sijunjung Urus Izin Usai Longsor Tewaskan Sembilan Orang
Persebaya Makin Serius Negosiasi Reza Arya, Persaingan Ketat dengan Ernando Ari di Bawah Mistar