Sebuah rudah menghantam mobilnya di hari Sabtu, 13 Desember 2025. Padahal, saat itu seharusnya masa gencatan senjata sedang berlaku. Dari dalam kendaraan yang hancur itu, Israel mengklaim telah membunuh seorang komandan senior Hamas. Namanya Syaikh Raed Sa'ad, atau yang akrab disapa Abu Muadz.
Pria ini bukan figur sembarangan. Di tubuh Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, ia memegang peran krusial sebagai Kepala Markas Besar Produksi Senjata. Intinya, dialah otak di balik pabrikasi persenjataan mereka. Target strategis, tentu saja.
Namun begitu, di balik identitasnya sebagai komandan militer, terselip sisi lain yang mungkin tak banyak diketahui. Di tengah hingar-bingar peperangan yang tak kunjung reda, Raed Sa'ad ternyata menyempatkan diri untuk menghafal Al-Quran. Bahkan, konon ia berhasil mengkhatamkan hafalannya di sela-sela pertempuran, dan rutin menyetorkan hafalannya setiap pekan. Sebuah pencapaian yang sungguh luar biasa di tengah situasi mencekam.
Saat jasadnya ditemukan, ada sesuatu yang menyentuh di kantong bajunya. Sepotong kertas dengan tulisan tangannya sendiri. Isinya adalah rangkaian pujian untuk kitab sucinya.
Di bagian bawah catatan itu, ia menorehkan sebuah doa pendek namun penuh makna: "Yaa Allah, ampuni aku, sayangi aku, tunjukki aku, sehatkanlah aku, berilah aku rezeki, tolonglah aku, dan pulihkan aku."
Artikel Terkait
Siklus Keracunan MBG: Klarifikasi, Maaf, dan Janji yang Tak Pernah Tuntas
Jeruk Mandarin: Kisah di Balik Simbol Keberuntungan Saat Imlek
Yanuar Nugroho Sindir MBG: Proyek yang Abaikan Akal Sehat
Gatot Nurmantyo Soroti Tiga Langkah Polri yang Dinilai Membangkang