Ia melanjutkan, "Kabupaten Batola serta Kabupaten Banjar itu memberikan dukungan untuk pengiriman sampah ke sini. Karena sampah kita timbulannya itu sekitar 491 ton per harinya. Tapi karena kita sudah bisa mengolah sampah kurang lebih sekitar 21,36 persen atau sekitar 70–80 ton, sehingga masih ada kekurangan sampah."
Letak kota yang dikelilingi aliran sungai dinilai akan mempermudah distribusi dan pengelolaan sampah nantinya. Namun begitu, persiapan tak cuma soal infrastruktur fisik.
Di sisi lain, sosialisasi ke masyarakat juga digencarkan. DLH Banjarmasin giat mengedukasi warga tentang pemilahan dan pengolahan sampah mandiri. Sasaran mereka luas, mulai dari rumah tangga biasa, lingkungan sekolah, hingga perkantoran. Tujuannya jelas: membangun kebiasaan baru yang mendukung program jangka panjang ini. Agar sampah tak lagi jadi masalah, tapi sumber energi.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Bus Restu Terguling di Tol Jombang, 1 Tewas dan 34 Luka Diduga Akibat Ban Pecah
Empat Pekerja Tewas Terjatuh ke Tangki Air di Proyek Jagakarsa
Jenazah Tiga Prajurit Garuda Gugur di Lebanon Tiba Besok
Riset: Operasi Ketupat 2026 Berjalan Baik, Angka Kecelakaan Turun 30 Persen