"Untuk yang di Cileungsi, barang buktinya 648 tabung," jelas Wikha.
"Terdiri dari 345 tabung 3 kg, 286 tabung 12 kg, dan 17 tabung 5,5 kg. Alat suntiknya ada 72 buah, ditambah tiga timbangan."
Nah, di balik aksi penindakan ini, rupanya ada perhatian khusus dari pimpinan. Wikha menyebut bahwa Kapolri sendiri yang memberi atensi langsung. Kekhawatirannya berkaitan dengan situasi global yang sedang tidak stabil.
"Ini jadi perhatian langsung Bapak Kapolri. Beliau mengingatkan seluruh jajaran untuk peka terhadap konflik geopolitik, terutama di Timur Tengah, yang berdampak pada ketahanan energi banyak negara, termasuk kita," kata Wikha.
"Arahan beliau tegas: Polri harus menindak segala bentuk pelanggaran terkait ketahanan energi. Praktek oplos gas subsidi ini salah satunya," sambungnya.
Dari sisi kerugian negara, angkanya bisa sangat besar. Wikha memperkirakan potensi kerugian bisa mencapai miliaran, bahkan ratusan miliar rupiah, jika praktik seperti ini dibiarkan.
"Tujuannya jelas, menghentikan kerugian negara dan penyalahgunaan subsidi," tegasnya.
"Dengan begitu, subsidi yang seharusnya untuk masyarakat kecil bisa benar-benar tepat sasaran."
Operasi ini sekaligus jadi sinyal bahwa aparat mulai bergerak serius mengawasi distribusi energi, terutama di tengah gejolak dunia yang bisa mempengaruhi pasokan dalam negeri.
Artikel Terkait
Putin dan Erdogan Desak Gencatan Senjata Segera di Timur Tengah
Korlantas Polri Genjot Penegakan Hukum Digital untuk Atasi Over Dimension dan Overload
Jerman Minta Tiongkok Gunakan Pengaruh di Iran untuk Perundingan dengan AS
Wisatawan Belgia Dideportasi dari Bali Usai Lompat Tebing dengan Motor dan Kabur dari Ganti Rugi