Ia juga mendorong percepatan transformasi digital untuk pengelolaan data dan aset budaya. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan swasta dinilainya kunci untuk memperluas dukungan terhadap berbagai program pemajuan kebudayaan.
Menutup sambutan, Fadli Zon mengucapkan selamat dan berharap amanah ini dijalankan sebaik-baiknya sebagai kontribusi nyata.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, juga menyampaikan pandangannya. Baginya, yang terpenting sekarang adalah kesamaan arah dan frekuensi di antara seluruh jajaran yang baru dilantik.
“Kesamaan arah dan langkah menjadi kunci agar seluruh jajaran dapat bergerak secara selaras,” ujarnya.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kekuatan organisasi ditentukan oleh kekompakan, dan kecepatan.”
Bambang menekankan, pelantikan ini adalah momentum. Momentum untuk memperkuat implementasi kebijakan pemajuan kebudayaan, jauh melampaui sekadar proses administratif belaka. Ia menggarisbawahi peran krusial pejabat dalam mendorong keterkaitan antara kebudayaan dan ekonomi.
Tak hanya itu. Meningkatkan capaian Indeks Pemajuan Kebudayaan di daerah melalui program yang terarah dan terukur juga menjadi fokus. Harapannya, semua upaya ini akhirnya berdampak nyata bagi masyarakat.
Intinya, kata Bambang, semua harus bergerak selaras dengan kebijakan kementerian dan peraturan yang berlaku. Koordinasi yang efektif mutlak diperlukan agar tujuan pemajuan kebudayaan nasional benar-benar tercapai.
Artikel Terkait
Aldi Taher Ungkap Peran Al-Quran dalam Perjuangan Sembuh dari Kanker
Sekretaris Kabinet Silaturahmi dan Bahas Perkembangan Terkini dengan Wapres Gibran
FWP Polda Metro Jaya Ajak Anak Yatim Bermain di Playtopia Senayan Park
Stasiun Cikini Operasikan Lift Tangga untuk Aksesibilitas Penumpang