“Mimpi saya, semua perusahaan maturitas hubungan industrialnya naik kelas,” harapnya.
Dari yang belum punya serikat pekerja, lalu terbentuk. Dari yang sudah punya Perjanjian Kerja Bersama (PKB), isinya bisa ditingkatkan jadi lebih substantif. Tujuannya satu: solusi yang menguntungkan semua pihak.
Namun begitu, semua upaya peningkatan kesejahteraan itu, menurut Menaker, mustahil tercapai tanpa peningkatan produktivitas. Dan untuk mencapainya, dialog sosial yang konstruktif adalah jalan terbaik. Ia mengajak semua pihak mengingat kembali kekuatan budaya bangsa.
“Kita punya kekuatan budaya gotong royong dan musyawarah. Dengan semangat itu, persoalan hubungan industrial dapat diselesaikan bersama,” pungkasnya.
Optimisme itu yang coba dibangun. Dengan pendekatan yang lebih inklusif dan transformatif, pemerintah berharap dunia kerja Indonesia tak hanya punya tenaga terampil, tapi juga luwes menghadapi perubahan global. Itulah bekal menuju Indonesia Maju.
Editor: Redaksi
Artikel Terkait
Hujan dan Angin Kencang di Bandung Tewaskan Satu Orang, 33 Pohon Tumbang
Tiga Dapur Makanan Bergizi Gratis di Kaimana Ditutup Sementara Gara-gara IPAL Tak Standar
Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Tengah Serangan Israel
Sari Roti Ekspansi ke Industri Pakan Ternak, Manfaatkan Roti Sisa Produksi