Nah, upaya pencegahan itu ternyata tak melulu soal operasi. Ada pendekatan lain yang mereka coba. Dalam kunjungannya ke masyarakat, selain memantau, polisi juga membagikan beras gratis.
"Ini bentuk kepedulian kami," imbuh Emil. Bantuan sembako ini dimaksudkan untuk sedikit menguatkan ekonomi warga. Harapannya, dengan kondisi perekonomian yang sedikit terbantu, masyarakat tidak terdorong membuka lahan dengan cara yang mudah tapi berbahaya: membakar.
Memang, faktor ekonomi sering jadi alasan utama. Membakar dianggap cara paling murah dan cepat untuk membuka lahan. Polisi berusaha memotong mata rantai itu dengan memberi solusi langsung.
Tak cuma bagi-bagi bantuan. Personel di lapangan juga menyisipkan edukasi. Mereka mengobrol langsung dengan warga, menerangkan betapa bahayanya karhutla. Dampaknya luas, mulai dari gangguan kesehatan, kerusakan lingkungan, sampai ancaman sanksi hukum yang bisa menimpa pelaku.
Semua langkah ini dilakukan berbarengan. Sebuah kombinasi antara penegakan hukum, pendekatan sosial, dan upaya persuasif. Cuaca mungkin tak bisa dikendalikan, tapi kesiapan dan upaya pencegahan, menurut mereka, bisa diperkuat.
Artikel Terkait
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen
SBY Sebut Hendropriyono Sebagai Mentor dalam Perjalanan Karier Militer