DVI Polri Pacu Identifikasi Korban Bencana Sumatera dengan DNA dan Sidik Jari

- Kamis, 04 Desember 2025 | 21:35 WIB
DVI Polri Pacu Identifikasi Korban Bencana Sumatera dengan DNA dan Sidik Jari

Di RS Bhayangkara Padang, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan upaya identifikasi korban bencana. Banjir dan tanah longsor di Sumatera memang memakan banyak korban jiwa. Nah, proses mengenali mereka yang meninggal jadi tantangan tersendiri, apalagi kalau kondisi jasadnya sudah tidak memungkinkan.

“Langkah terakhir apa yang memang kondisinya memang, mohon maaf, sudah tidak baik, maka harus dengan menggunakan DNA,” ujar Dedi, Kamis lalu.

Menurutnya, sidik jari adalah cara tercepat. Tapi kalau itu tak bisa dilakukan, ya terpaksa lewat tes DNA. Untuk itu, sampel dari keluarga inti korban akan diambil sebagai pembanding.

Di sisi lain, Dedi memastikan laboratorium DVI Polri di Jakarta punya kemampuan memeriksa DNA dengan cepat. Mantan Irwasum ini memperkirakan, proses mulai dari pengambilan sampel, pengiriman, hingga keluar hasilnya cuma butuh sekitar tiga hari. “Sehingga jenazah yang ada di seluruh Rumah Sakit Polri ini bisa diserahkan dan segera dimakamkan,” jelasnya.

Semua ini dilakukan untuk mempercepat proses. Presiden Prabowo Subianto sendiri sudah memberi perintah, yang kemudian diteruskan Kapolri Listyo Sigit, agar identifikasi korban bisa dilakukan secepat mungkin. Makanya, polisi mengambil langkah ‘jemput bola’.

Maksudnya? Tim DVI dikerahkan langsung ke lokasi, tidak menunggu jenazah dibawa ke rumah sakit. Di Agam, misalnya, tenaga kesehatan dikirim khusus. “Jangan harus menunggu lama di sini. Kalau perjalanan dari Agam ke sini kan butuh waktu,” papar Dedi. Mereka akan langsung bekerja begitu jenazah ditemukan, mulai dari identifikasi sidik jari yang simpel, hingga metode yang lebih kompleks jika diperlukan.

Tak cuma Polri yang bergerak. Menurut Dedi, semua pihak bahu-membahu. Pemerintah Daerah, TNI, Basarnas, dan sektor terkait lainnya berjibaku di lapangan. Fokusnya dua hal: mengevakuasi korban selamat untuk diberi perawatan, dan mengidentifikasi korban meninggal dengan cepat dan tepat.

“Tim dari Jakarta, semuanya turun ke sini,” pungkasnya. Upaya bersama ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga dan memulihkan keadaan secepat mungkin.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler