SBY Sebut Hendropriyono Sebagai Mentor dalam Perjalanan Karier Militer

- Kamis, 02 April 2026 | 12:30 WIB
SBY Sebut Hendropriyono Sebagai Mentor dalam Perjalanan Karier Militer

Pada Selasa lalu, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambangi Kraton Majapahit di Jakarta. Tempat ini sendiri digagas oleh AM Hendropriyono, mantan Kepala BIN. Dalam kunjungannya, SBY tak sungkan menyebut Hendropriyono sebagai seorang mentor baginya.

Ia lalu membuka memori lama. Bayangkan saja, saat itu SBY masih berpangkat mayor, mungkin letnan kolonel. Sementara Hendro sudah menjabat brigadir jenderal. Posisinya jauh lebih senior.

Namun begitu, kesenjangan pangkat itu tak menghalangi Hendropriyono untuk memberi kepercayaan. Dia memberikan kesempatan emas kepada SBY dan Agus Wirahadikusumah, yang waktu itu masih dianggap perwira muda. Kesempatan itu muncul ketika Indonesia menggelar KTT Gerakan Nonblok di tahun 1992.

“Itu menjadi kenangan indah saya,” ujar SBY.

Dia mengaku belajar banyak dari pengalaman langka itu. Bagaimana tidak, dia bisa berinteraksi langsung dengan para pemimpin dunia presiden, perdana menteri, dan sederet pejabat tinggi lainnya. Menurutnya, momen itulah yang membentuknya.

“Oleh karena itu, saya berani mengatakan bahwa Pak Hendro juga mentor kita,” tuturnya.

Cerita tak berhenti di situ. SBY juga teringat saat dipercaya menjadi pembantu Hendropriyono, yang kala itu menjabat Asisten Operasi Kasdam Jaya. Situasi di Ibu Kota sedang panas, keamanan jadi perhatian utama. Mereka sampai harus naik helikopter, memantau dari udara untuk memastikan Jakarta aman. Mereka terbang mengitari pusat kota, lalu mendarat di titik tertentu buat mengevaluasi keadaan. Kerja tim yang cukup intens.

Di sisi lain, SBY menyebut peran Wiranto, yang saat itu menjadi Kasdam Jaya, ketika pangkatnya sendiri sudah naik menjadi kolonel. Semua pengalaman itu, satu per satu, membangun perjalanan karier militernya.

Ada satu kenangan lagi yang tampaknya sangat membekas. Yakni saat dia dilantik sebagai Komandan Korem di Yogyakarta. Saat yang penting itu, Hendropriyono hadir langsung. Memberi dukungan dan semangat.

“Bagi saya, itu sangat bermakna,” ungkap SBY. Sebuah pengakuan sederhana, tapi terasa penuh rasa hormat dari seorang murid kepada gurunya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar