Dampaknya langsung terasa global. Bayangkan, sekitar 20 juta barel minyak melintas di selat sempit itu setiap harinya sekitar seperlima pasokan dunia. Gangguan ini otomatis mendongkrak harga minyak, bikin pengiriman kacau, dan memicu kekhawatiran resesi yang lebih dalam. Ekonomi dunia jadi taruhannya.
Di sisi lain, serangan AS-Israel terhadap Iran sejak akhir Februari disebut telah menelan korban jiwa yang besar. Angkanya lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi mereka saat itu, Ali Khamenei. Situasi ini jelas meninggalkan bekas yang dalam dan memicu balasan beruntun.
Laporan ini bersumber dari Anadolu, menggarisbawahi betapa rumitnya jalan keluar dari krisis ini. Desakan UEA ke PBB adalah babak baru, yang menunjukkan kekhawatiran nyata negara-negara Teluk akan stabilitas kawasan mereka.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen