Di sisi lain, isu keamanan juga menjadi perhatian serius. PM Sanae menyambung penjelasannya soal kerja sama keamanan, yang mencakup dukungan penguatan kapasitas, pertahanan maritim, serta pengembangan bakat industri pertahanan.
Namun begitu, pembicaraan mereka ternyata tidak berhenti di situ. Topik panas di Timur Tengah ikut dibawa ke meja perundingan. Menurut Sanae, diskusi tentang konflik yang dipicu oleh perang AS-Israel dan Iran itu berjalan produktif.
"Kami membicarakan situasi di Timur Tengah. Saya rasa itu pencapaian luar biasa bahwa kami bisa sepakat dengan Presiden Prabowo untuk berkolaborasi menanggapi situasi tersebut," jelasnya.
Dan kemudian, dengan nada tegas, dia menambahkan, "Saya juga akan mendukung negara Palestina."
Kunjungan Prabowo ke Negeri Sakura ini berlangsung singkat, dari 29 hingga 31 Maret. Agenda utamanya padat. Sehari sebelum bertemu PM Sanae, Presiden telah lebih dulu melakukan pertemuan kenegaraan dengan Kaisar Naruhito di Imperial Palace, Tokyo. Sebuah rangkaian diplomasi yang, tampaknya, meninggalkan kesan mendalam bagi kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen