Mekanismenya sendiri tetap melalui dua jalur: bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Namun begitu, untuk triwulan kedua ini, Gus Ipul menjamin kualitas data DTSEN akan lebih solid. Harapannya, bansos periode April, Mei, dan Juni bisa sampai tepat waktu ke tangan yang benar-benar berhak.
Di sisi lain, Gus Ipul tak lupa mengingatkan. Bantuan yang diterima harus digunakan dengan bijak, sesuai peruntukannya. Lebih dari itu, dia mendorong partisipasi dalam program pemberdayaan.
"Kami ajak secara bertahap, mari kita ikut program pemberdayaan sosial. Supaya ke depan, keluarga penerima manfaat bisa lebih mandiri. Itu juga harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto," tuturnya.
Sementara dari sisi BPS, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan kesiapannya. Timnya sedang gencar melakukan konsolidasi data untuk pemutakhiran DTSEN triwulan II.
"Tadi kami juga bahas konsolidasi data untuk persiapan DTSEN yang harus diserahkan di triwulan II 2026. Data inilah nanti yang jadi basis bagi Pak Mensos menyalurkan bansos," pungkas Amalia.
Jadi, intinya sederhana. Dengan data yang lebih cepat diperbarui, ritme penyaluran bansos diharapkan bisa lebih lancar dan akurat. Semoga saja.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen