Kondisi kering ekstrem ini jelas mengancam ketersediaan air. Wilayah-wilayah di selatan Indonesia, khususnya, berisiko tinggi mengalami kekeringan parah. Imbauan pun sudah disampaikan para ahli.
Pada Rabu, 19 Maret 2026, Profesor Riset BRIN Erma Yulihastin lewat unggahan di X mengingatkan masyarakat untuk bersiap dari sekarang. Ia menekankan pentingnya memastikan cadangan air.
Sektor lain yang paling terpukul tentu pertanian. Kita punya catatan dari El Nino sebelumnya: turunnya curah hujan bisa memicu gagal panen. Daerah sentra pangan seperti pantura Jawa dan sebagian Sumatera harus benar-benar waspada.
Ancaman di Balik Panasnya Cuaca
Dampaknya tidak berhenti di lingkungan. Kesehatan masyarakat juga jadi taruhan. Cuaca panas ekstrem yang berkepanjangan bisa memicu masalah serius.
Kemenkes RI, melalui Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman, menyebut pemerintah sedang menyiapkan surat edaran khusus. Tujuannya meningkatkan kewaspadaan sektor kesehatan menghadapi musim kemarau panjang ini.
Paparan suhu tinggi dalam waktu lama itu berbahaya. Efeknya bisa mulai dari sakit kepala biasa, gangguan pada jantung karena tubuh dipaksa kerja ekstra, hingga heat stroke yang mengancam jiwa dan butuh penanganan darurat.
Dehidrasi juga jadi musuh yang sering diremehkan. Saat cairan tubuh terkuras lebih cepat dari yang kita minum, tekanan darah bisa kacau dan fungsi organ tubuh pun terganggu. Risikonya nyata, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Informasi lengkap seputar isu ini bisa disimak dalam program khusus. Intinya, kita perlu mulai bersiap dari sekarang. Menghadapi Godzilla, meski hanya metafora untuk cuaca, jelas butuh persiapan yang matang.
Artikel Terkait
Kebakaran SPBE di Bekasi Diduga Akibat Kebocoran Gas, 7 Orang Luka dan 19 Rumah Rusak
Dua Remaja Pelaku Penganiayaan di Luwu Utara Malah Joget di Kantor Polisi
UEA Desak PBB Buka Kembali Selat Hormuz, Bahas Opsi Militer
Prabowo dan PM Jepang Sepakat Dukung Kemerdekaan Palestina