Istilah "Godzilla El Nino" belakangan ramai diperbincangkan. Bukan judul film terbaru, melainkan prediksi cuaca ekstrem yang konon bakal menerjang. Banyak yang penasaran, sebenarnya apa sih fenomena ini dan bagaimana dampaknya buat kita di Indonesia?
Godzilla El Nino: Bukan Monster Biasa
Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia diprediksi akan menghadapi El Nino 'Godzilla' bersamaan dengan IOD positif. Intinya, ini soal pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian ekuator. Kalau biasanya El Nino bikin kemarau lebih kering, versi 'Godzilla'-nya ini diyakini bakal lebih kuat lagi efeknya.
Dari unggahan Instagram BRIN, disebutkan bahwa fenomena ini bakal memperpanjang musim kemarau. Awan dan hujan jadi terkonsentrasi di atas Pasifik, sementara langit di atas kita justru lebih minim awan. Akibatnya? Hujan sulit datang.
Nah, di sisi lain, ada fenomena IOD positif di Samudra Hindia. Ini ditandai dengan pendinginan suhu laut dekat Sumatera dan Jawa. Gabungan dua fenomena ini El Nino Godzilla dan IOD positif bisa bikin penurunan hujan di Indonesia makin signifikan.
Kapan Waktunya?
Kedua fenomena alam ini diprediksi terjadi bersamaan, menyambangi Indonesia tepat di musim kemarau. Periode April hingga Oktober 2026 jadi waktu yang perlu diwaspadai.
Berdasarkan model prediksi BRIN, dampaknya bakal terasa nyata. Untuk periode April-Juli 2026, sebagian besar Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur diperkirakan mengalami kemarau yang sangat kering.
Namun begitu, tidak semua wilayah mengalami nasib sama. Kawasan seperti Sulawesi, Halmahera, dan Maluku diprediksi masih akan mendapat curah hujan yang cukup tinggi. Jadi, dampaknya tidak merata secara nasional.
Artikel Terkait
Dua Remaja Pelaku Penganiayaan di Luwu Utara Malah Joget di Kantor Polisi
UEA Desak PBB Buka Kembali Selat Hormuz, Bahas Opsi Militer
Prabowo dan PM Jepang Sepakat Dukung Kemerdekaan Palestina
Menteri Kebudayaan Arab Saudi Segera Kunjungi RI untuk Perbarui MoU