Upaya memadamkan si jago merah ternyata butuh waktu tidak sebentar. Butuh empat puluh menit bagi gabungan petugas untuk mengendalikan situasi. Mereka mengerahkan tujuh unit mobil tangki, yang berasal dari pemda dan satuan pemadam swasta. Belum lagi dua puluh unit mesin pompa portabel yang dioperasikan oleh berbagai kelompok relawan kota. Upaya gabungan ini akhirnya berhasil.
Operasi di lapangan berjalan relatif mulus. Menurut Hendra, petugas gabungan tidak menemui kendala akses atau masalah teknis yang berarti. Mereka dibantu banyak pihak: dari PMI dan BPBD, sampai tim medis Info Taruna Samarinda. Bahkan petugas PLN langsung turun tangan memutus aliran listrik demi keamanan tim. Lalu lintas di sekitar lokasi pun diamankan oleh Dishub dan Polresta Samarinda.
Lalu, apa penyebabnya? Dugaan sementara mengarah pada arus pendek listrik atau korsleting. Titik awalnya diduga berasal dari lantai dua bangunan sekolah yang akhirnya hangus itu.
Kerugian material jelas tidak kecil. Delapan ruang kelas rusak berat. Namun, di tengah musibah itu, satu hal patut disyukuri: semua orang selamat. Sekolah itu sepi dan kosong ketika api mulai membesar, sehingga bencana yang lebih parah bisa dihindari.
Artikel Terkait
Pemkot Bogor Ancam Sanksi ASN yang WFH di Kafe, Pantau dengan Geotagging
Pemerintah Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN Guna Hemat BBM
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Picu Tsunami 0,3 Meter di Halmahera Barat
Gempa M 7,6 Guncang Sulut dan Malut, BMKG Konfirmasi Tsunami 0,3 Meter