Di Aula Budiman Mako Batalyon C Pelopor, suasana Rabu (11/3) pagi tampak berbeda. Satuan Brimob Polda Metro Jaya tengah membuka secara resmi program sertifikasi kompetensi untuk personelnya. Acara yang dibuka langsung oleh Dansat Brimob, Kombes Pol Henik Maryanto, ini punya tujuan jelas: mempertajam profesionalisme petugas, khususnya dalam menangani unjuk rasa dan potensi gangguan kamtibmas lainnya.
Fokusnya ada pada tiga kelompok utama. Pertama, petugas penindak dari Satuan Pengendalian Huru-hara atau PHH. Lalu, ada operator untuk kendaraan khusus seperti Armoured Water Cannon (AWC) dan Armoured Personnel Carrier (APC). Mereka semua akan melalui penilaian ketat.
Menurut sejumlah saksi, prosesnya melibatkan sejumlah asesor ahli. Masing-masing punya bidang penilaian sendiri, mulai dari taktik penindakan PHH hingga keahlian teknis mengemudikan AWC dan APC yang berat itu. Intinya, setiap personel harus menunjukkan kemampuannya di depan para penguji ini.
Di sisi lain, sertifikasi ini bukan sekadar formalitas. Ia dirancang untuk menciptakan standar kemampuan yang seragam. Setiap petugas, entah itu yang berdiri di barisan depan atau yang mengendalikan kendaraan taktis, harus punya bekal teknis, taktis, dan mental yang teruji. Harapannya sederhana: tindakan di lapangan nanti bisa cepat, tepat, dan terukur. Dengan begitu, stabilitas keamanan bisa lebih terjaga.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing