Pemkot Bogor Ancam Sanksi ASN yang WFH di Kafe, Pantau dengan Geotagging

- Kamis, 02 April 2026 | 08:30 WIB
Pemkot Bogor Ancam Sanksi ASN yang WFH di Kafe, Pantau dengan Geotagging
Kebijakan WFH di Bogor

Pemkot Bogor tak main-main. Mereka ancam bakal beri sanksi buat ASN yang ketahuan kerja dari kafe alias WFC saat hari Jumat, di mana seharusnya mereka work from home. Sanksi paling ringan? Teguran lisan.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengonfirmasi hal ini. Dia bilang, setiap pelanggaran punya level hukumannya sendiri.

"Untuk segala jenis pelanggaran tentu ada level pemberian sanksi, mulai teguran lisan," ujar Dedie, Kamis lalu.

Namun begitu, konsekuensinya bisa lebih berat dari sekadar teguran. Menurut Dedie, sanksi ini nantinya bisa berpengaruh pada prospek karier si pelanggar. "Kalau tingkatan hukuman apapun biasanya berpengaruh pada promosi atau kenaikan tingkat jabatan," jelasnya.

Lalu, bagaimana cara mengawasinya? Rupanya, Pemkot Bogor punya siasat. Mereka akan memakai aplikasi semacam Geotagging Zoom, sebuah layanan berbasis lokasi. Dalam sehari, ASN diwajibkan terhubung dengan unit kerjanya lewat aplikasi itu sebanyak tiga kali. Tujuannya jelas: mencegah penyalahgunaan kebijakan WFH yang sebenarnya ditujukan untuk efisiensi.

"Kita atur dalam 1 hari terhubung 3 kali dengan unit kerja melalui Geotagging Zoom," kata Dedie menerangkan skema pengawasan tersebut.

Garis Keras DKI Jakarta

Kebijakan serupa ternyata juga diterapkan di ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan aturan tegas untuk ASN-nya. Gubernur Pramono Anung dengan lugas menyatakan, ASN yang ketahuan nongkrong di kafe saat jam kerja WFH bakal kena sanksi.

"Mengenai work from cafe atau mana pun, kalau itu terjadi, maka pasti akan ada sanksi tindakan yang tegas untuk itu," tegas Pramono di Balai Kota, Rabu kemarin.

Meski begitu, Pramono menegaskan bahwa WFH setiap Jumat ini adalah arahan pusat yang wajib diikuti. Tapi, tidak semua ASN bisa dapat jatah WFH. Pejabat madya dan pratama, plus petugas layanan publik seperti Satpol PP, Dishub, tenaga kesehatan, dan petugas pemadam kebakaran, tetap harus bertugas seperti biasa di lapangan.

Jadi, buat para ASN di kedua wilayah ini, sepertinya harus berpikir ulang kalau mau "WFH" yang malah berujung "WFC". Pengawasannya ketat, dan risikonya nyata buat karier.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar