“Salah layout. Jadi kan ada juknis tuh, layout-nya, misalnya dapur harus seperti ini. Maksudnya harus seperti, kan ada juknisnya. Nah itu salah layout-nya,” jelas Nanik.
Untuk enam titik lainnya yang belum berjalan, BGN akan mengawasi dengan ketat. Mulai dari proses persiapan hingga nanti pelaksanaannya di lapangan. “Nanti yang lainnya enam kita awasi,” kata Nanik.
Di sisi lain, Nanik juga menyoroti konten video joget itu sendiri. Ia mengaku tidak suka dengan aksi pria yang membuat konten di dalam dapur tanpa memakai Alat Pelindung Diri (APD). Ia berharap hal ini jadi pelajaran. “Iyalah untuk pembelajaran yang lain. Nggak usah mitra aneh-aneh,” ucapnya.
Seperti diketahui, pria ini viral setelah video jogetnya beredar luas. Dalam narasi yang menyertainya, disebut-sebut ia memamerkan pendapatan fantastis dari SPPG-nya, hingga Rp 6 juta per hari. Klaim inilah yang kemudian memicu banyak tanya dan kritik.
Dalam cuplikan video yang beredar, pria itu terlihat asyik bergoyang di sebuah ruangan berlogo BGN. Ada juga video lain yang memperlihatkannya joget di area dapur MBG. Yang mencolok, sementara pekerja lain memakai APD lengkap, pria ini tampak tanpa pelindung sama sekali.
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Trump Soal Negosiasi Akhiri Permusuhan
Layanan VIP Tokocrypto Tumbuh 93%, Kontribusi Lebih dari Separuh Volume Trading
Gen Z Beralih ke Soft Saving, Metode Menabung Fleksibel di Tengah Tekanan Ekonomi
Polri Pastikan Lalu Lintas Terkendali Saat Puncak Arus Balik Lebaran