Dari sisi anggaran, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melihat ada dampak efisiensi yang bisa diraup. Terutama untuk penghematan bahan bakar minyak (BBM).
“Ada hitungan kasar sekali … (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),” kata Purbaya.
Menurutnya, alasan kebijakan ini cuma sehari seminggu cukup masuk akal. Ini soal menjaga keseimbangan. Di satu sisi ada fleksibilitas, di sisi lain produktivitas harus tetap terjaga.
“Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH,” jelasnya.
Gagasan satu hari WFH ini sebenarnya bukan hal baru. Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskannya lebih dulu dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3).
"Ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi COVID, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," kata Prabowo waktu itu.
Jadi, tampaknya sebentar lagi, satu hari dalam seminggu, kantor-kantor pemerintah akan terasa lebih sepi.
Artikel Terkait
One Way Nasional Berlaku di Tol Trans Jawa, dari Salatiga hingga Cikampek
Polisi Ungkap Motif Cemburu di Balik Pembunuhan Cucu Mpok Nori
Musik Indonesia Timur Mendominasi Tren Digital, Didorong Kecocokan dengan Platform Seperti TikTok
Iran Luncurkan Rudal ke Yerusalem, Israel Klaim Berhasil Patahkan Sebagian