Polisi Ungkap Motif Cemburu di Balik Pembunuhan Cucu Mpok Nori

- Selasa, 24 Maret 2026 | 07:10 WIB
Polisi Ungkap Motif Cemburu di Balik Pembunuhan Cucu Mpok Nori

Dunia hiburan Indonesia kembali berduka. DA (37), cucu dari pelawak senior Mpok Nori, ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kontrakan di Bambu Apus, Cipayung. Polisi akhirnya berhasil mengungkap pelakunya. Tangan dingin di balik tragedi ini adalah Fuad, eks suami siri korban yang berkewarganegaraan Irak.

Usai melakukan aksi kejinya dengan menyayat leher DA, Fuad berusaha melarikan diri. Tapi nasib berkata lain. Pelariannya tak berjalan jauh. Polisi berhasil mencegat dan menangkapnya di dalam sebuah bus yang akan membawanya kabur.

Cemburu yang Membara

Lantas, apa yang memicu Fuad tega menghabisi nyawa wanita yang pernah dinikahinya itu? Dari hasil pemeriksaan yang mendalam, polisi menyimpulkan motifnya klasik: kecemburuan. Api cemburu itu diduga sudah lama membara di hati Fuad.

AKP Fechy J Atupah dari Polda Metro Jaya menjelaskan hal ini kepada awak media.

"Iya, berdasarkan pemeriksaan yang kami lakukan kepada pelaku, dugaan karena rasa cemburu. Ini karena pemeriksaan pelaku ya, kalau dari pihak saksi-saksi keluarga korban belum," ujarnya pada Senin (23/3/2026).

Menurut Fechy, hubungan DA dan Fuad yang terjalin lewat pernikahan siri belakangan memang kerap diwarnai pertengkaran. Puncaknya, sang pelaku merasa sangsi istrinya punya hubungan dengan pria lain. Mereka bahkan sudah tak lagi tinggal serumah.

"Jadi terkait kronologi kejadian pembunuhan, antara pelaku dengan korban adalah suami-istri, mereka nikah siri. Beberapa hari belakangan terjadi cekcok, sering ribut karena pelaku cemburu dengan korban yang diduga memiliki hubungan dengan laki-laki lain," papar Fechy lebih lanjut.

Pertemuan terakhir mereka justru menjadi pemicu. Pada Jumat, 20 Maret 2026, Fuad melihat mantan istrinya itu sedang bersama seorang pria di sebuah Bazar Ramadan.

"Sempat didatangi, ditanya, tapi si prianya pergi, dia kemudian ributlah dengan korban. Setelah dari situ, pergi, berpisah mereka di Bazar," tuturnya.

Pertengkaran di tempat umum itu rupanya bukan akhir. Ia justru menjadi awal dari sebuah niat jahat yang berakhir tragis di sebuah kontrakan sunyi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar