Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, mengakui sebuah kenyataan yang tak bisa dihindari. Pemerintahnya, kata dia, tak punya kuasa untuk menghentikan Amerika Serikat memindahkan sejumlah sistem rudal pertahanan udara Patriot yang selama ini ditempatkan di wilayahnya. Senjata-senjata itu rencananya akan dikirim ke Timur Tengah, wilayah yang sedang memanas oleh konflik.
Meski begitu, Lee bersikukuh. Penarikan beberapa aset militer AS ini, tegasnya, sama sekali tidak akan melemahkan posisi pencegahan mereka terhadap ancaman dari Korea Utara. Pernyataan ini sekaligus ingin meredam kekhawatiran yang mulai muncul.
Soalnya, laporan tentang pemindahan aset militer utama AS dari kawasan Asia ini memang sudah bikin resah. Banyak yang khawatir langkah itu bakal membuka celah di pertahanan regional. Kekhawatiran itu kian nyaring terdengar, apalagi melihat AS dan Israel yang sejak akhir Februari lalu terlibat pertempuran sengit dengan Iran.
Semua ini dibahas Lee dalam sebuah rapat kabinet, Selasa (10/3/2026) lalu. Seperti dilansir kantor berita Yonhap dan Reuters, sang presiden secara khusus membahas kontroversi seputar pengiriman senjata milik Pasukan AS di Korea (USFK).
"Tampaknya ada kontroversi baru-baru ini mengenai pengiriman beberapa senjata oleh Pasukan AS di Korea, seperti baterai artileri dan senjata pertahanan udara, keluar dari negara ini,"
ucap Lee dalam kesempatan itu.
Dia mengungkapkan, Seoul sebenarnya sudah menyampaikan keberatannya. Hanya saja, posisi mereka tidak memungkinkan untuk menuntut lebih dari Washington. Lee menyebut situasi ini sebagai "kenyataan pahit", di mana pendapat Korea Selatan belum tentu sepenuhnya didengar oleh sekutunya itu.
Namun di akhir pernyataannya, Lee tetap mencoba menanamkan keyakinan. "Pemerintah kita mengharapkan USFK untuk sepenuhnya berkontribusi terhadap stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea, yang saya yakini telah dilakukan mereka sejauh ini," katanya. Sebuah harapan yang digantungkan di tengah dinamika aliansi yang kompleks.
Artikel Terkait
Duel Senjata Tajam di Sidrap Akibat Sengketa Lahan Sawah, Dua Pria Luka-Luka
Dokter Ungkap Akar Masalah GERD Bukan Asam Lambung, Melainkan Katup Esofagus yang Longgar
Anggota DPR Desak Pemerintah Tak Lengah Meski Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton
Remaja 16 Tahun Divonis 15 Tahun Penjara atas Pembunuhan Guru Bahasa Spanyol di Prancis