MAKASSAR Kompetisi makin ketat, tekanan makin terasa. Tapi di tengah semua itu, Yuran Fernandes lagi-lagi menunjukkan kenapa dia begitu penting buat PSM Makassar. Kamis (23/4) lalu, di Stadion B.J. Habibie, kapten tim ini tampil layaknya pemimpin sejati saat PSM menundukkan Persik Kediri dengan skor 3-1. Pekan ke-29 Super League, dan laga ini bukan cuma soal angka di papan skor.
Lebih dari sekadar tiga poin, pertandingan ini bicara soal karakter. Disiplin. Mental yang tangguh. Sejak peluit pertama dibunyikan, PSM langsung tampil dengan intensitas tinggi seakan sadar kalau setiap laga sekarang adalah penentu nasib mereka di klasemen. Dan di tengah narasi itu, Yuran Fernandes berdiri sebagai figur sentral. Bukan cuma karena ban kapten di lengannya, tapi karena kontribusi nyata yang dia berikan di lapangan.
Gol pertama PSM lahir dari kaki Yuran sendiri. Penalti pada menit ke-37. Bukan sekadar mengubah angka jadi 1-0, tapi juga mengangkat semangat seluruh tim. Setelah itu, dominasi PSM makin terlihat. Sheriddin Boboev dan Luka Cumic bergantian mencatatkan nama di papan skor. Tapi Persik Kediri nggak menyerah begitu saja. Ernesto Gomez sempat membalas, bikin pertandingan tetap panas sampai peluit panjang berbunyi.
Usai laga, Yuran Fernandes ngomong terus terang. Menurut dia, ini bukan pertandingan yang gampang. Tapi timnya sudah datang dengan persiapan matang dan tahu persis apa yang harus dilakukan.
“Kami tahu kalau pertandingan melawan Persik cukup sulit. Tapi kami datang ke sini dan tahu apa yang harus dilakukan,” kata Yuran dalam jumpa pers, Jumat (24/4).
Pernyataan itu ngasih gambaran soal pendekatan profesional yang diterapkan PSM. Nggak ada ruang buat meremehkan lawan, apalagi di posisi klasemen yang belum aman. Saat ini, PSM Makassar masih duduk di peringkat ke-14 posisi yang belum benar-benar nyaman dari ancaman zona degradasi.
Yuran juga nggak lupa menyoroti kerja keras tim. Buat dia, hasil positif ini bukan kebetulan. Ini buah dari dedikasi semua pemain.
“Kami mampu menunjukkan apa yang harus dilakukan di pertandingan ini. Kami berjuang, kami kerja keras, dan pada akhirnya kami bahagia ketika mendapatkan hasil yang diinginkan,” ucap pemain tim nasional Tanjung Verde itu.
Ngomong-ngomong soal performa, selain gol yang dia cetak, kemampuan defensif Yuran Fernandes juga patut diacungi jempol. Dia jadi tembok kokoh di lini belakang, susah ditembus serangan Persik. Catatannya? Sembilan sapuan dan empat intersep. Angka yang nunjukin betapa jeli dia membaca arah permainan lawan.
Nggak cuma itu. Empat tekel sukses juga dia catatkan sepanjang pertandingan. Dan yang bikin lebih keren, semua aksi itu dia lakukan tanpa kartu kuning. Bukti kalau permainan keras yang dia tampilkan tetap dalam koridor disiplin dan kontrol yang baik.
Performa semacam ini makin ngegaskan status Yuran sebagai salah satu bek terbaik di kompetisi. Pengalamannya, termasuk pernah bawa pulang gelar Liga 1 Indonesia, bikin dia nggak cuma kuat secara fisik, tapi juga matang secara taktik.
Di tengah performa impresif itu, ada juga sinyal menarik soal masa depannya di level internasional. Yuran Fernandes ngasih “kode keras” kalau dia pengen bela tim nasional Tanjung Verde di ajang yang lebih besar termasuk Piala Dunia. Ini jelas jadi perhatian tersendiri. Kualitas yang dia tunjukin di level klub bisa jadi modal penting buat bersaing di panggung global.
Sementara itu, dinamika sepak bola Indonesia juga diwarnai kabar lain. Pelatih Bernardo Tavares, misalnya, dikabarkan tertarik sama pemain yang diincar Persebaya Surabaya. Artinya, kompetisi domestik nggak cuma seru dari sisi pertandingan, tapi juga soal pergerakan pemain dan strategi klub.
Buat PSM Makassar, kemenangan atas Persik Kediri jadi momentum penting. Apalagi mereka bakal menghadapi Bali United pada 27 April. Laga itu diprediksi bakal jadi ujian berat lagi. Bali United dikenal sebagai salah satu tim kuat di liga.
Tapi dengan performa yang ditunjukkan Yuran Fernandes dan kawan-kawan, optimisme tetap terjaga. Kalau konsistensi ini bisa dipertahankan, bukan nggak mungkin PSM Makassar bakal menjauh dari ancaman degradasi dan menutup musim dengan hasil yang lebih positif.
Pada akhirnya, cerita tentang Yuran Fernandes di pertandingan ini bukan cuma soal satu gol penalti atau statistik bertahan yang impresif. Ini soal kepemimpinan. Ketenangan di bawah tekanan. Dan dedikasi tanpa kompromi. Kualitas-kualitas yang jadi fondasi bagi setiap tim yang mau bertahan dan berkembang di tengah kerasnya persaingan sepak bola profesional.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Targetkan Poin Penuh di Moto3 Jerez Usai Gagal Finis di Austin
Alex Rins Didepak Yamaha, Kursinya Diisi Ai Ogura Mulai 2027
Bekas Luka Cedera Kecelakaan Austin Masih Nyata, Marc Marquez Nekat Balapan di MotoGP Spanyol
Veda Ega Pratama Gagal ke Q2 Moto3 Spanyol, Finis ke-16 di Sesi Practice Jerez