JAKARTA – Wacana pilkada langsung dengan sistem e-voting kembali mencuat. Kali ini, usulan itu datang dari PDIP sebagai salah satu rekomendasi hasil Rakernas mereka. Lantas, bagaimana tanggapan partai lain? Ketua DPP PKB, Daniel Johan, punya pandangannya sendiri.
Menurut Daniel, ide pemilihan lewat teknologi informasi sebenarnya bukan hal baru. “Ini usulan lama,” katanya. Gagasan itu dianggapnya sebagai salah satu opsi untuk mengatasi persoalan klasik dalam pemilu, termasuk praktik politik uang yang kerap merepotkan.
Namun begitu, dia menekankan bahwa penerapannya tidak bisa gegabah.
"Butuh kesiapan yang sangat matang," ujar Daniel, Rabu (14/1/2026).
Dia membeberkan sejumlah syarat krusial: infrastruktur harus siap, sistem keamanannya (security) harus benar-benar kebal, regulasi pendukung perlu ada, dan yang tak kalah penting adalah kepercayaan publik. Faktanya, mekanisme e-voting secara nasional belum diatur dan kondisinya belum siap untuk langsung dilaksanakan.
Artikel Terkait
Cemburu Membara, Suami Siri Cekik Terapis Spa hingga Tewas
Ledakan Mobil Listrik di Indonesia: Penjualan Tembus 100 Ribu Unit, Tapi Produksi Lokal Malah Turun
Sumba Timur Catat 41 Ribu Wisatawan Sepanjang 2025, Fokus Beralih ke Kualitas
Emas Antam Tembus Rp2,6 Juta, Kenaikan Terus Berlanjut