Di sisi lain, Daniel berpendapat bahwa apapun opsi yang akhirnya dipilih entah itu tetap langsung atau melalui DPRD bukanlah kemunduran bagi demokrasi. Justru, itu bagian dari upaya menyempurnakan sistem yang ada. PKB sendiri akan terus mengkaji berbagai opsi tersebut secara mendalam dan komprehensif.
Sebelumnya, PDIP telah menyuarakan sikap resminya. Dalam Rakernas I di Ancol, partai itu menegaskan komitmennya pada pilkada langsung. Suara rakyat, kata mereka, adalah hal yang mutlak.
Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham, yang membacakan rekomendasi itu menyatakan, “Rakernas I Partai menegaskan pentingnya menjaga hak kedaulatan rakyat untuk menentukan pemimpinnya melalui pelaksanaan pilkada secara langsung.”
Tujuannya jelas: memperkuat legitimasi dan kepastian masa jabatan lima tahun bagi kepala daerah. Poin ini menjadi satu dari 21 rekomendasi eksternal yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Jadi, meski sepakat bahwa e-voting adalah wacana yang menarik, jalan menuju ke sana masih panjang. Kesiapan menjadi kunci, dan perdebatan untuk menemukan format terbaik tampaknya masih akan berlanjut.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Ungkap 40 Perusahaan Baja Diduga Gelapkan PPN, Siapkan Sidak
Tiang Monorel Senayan Bakal Dibongkar, Sebagian Disulap Jadi Videotron
Pemprov DKI Geruduk, Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Diruntuhkan
Atin Rizky Timbang Tiga Tawaran Luar Negeri Usai Kontrak Maladewa Berakhir