Makassar – Gelombang ketidakpastian global ternyata tak cuma dirasakan di pasar. Beberapa negara mulai mengambil langkah nyata, salah satunya lewat kebijakan penghematan energi. Caranya? Beragam.
Ambil contoh Thailand. Pemerintahnya meminta pegawai negeri untuk kerja dari rumah. Tujuannya sederhana: tekan pemakaian listrik dan bahan bakar. Mereka juga membatasi penggunaan lift dan eskalator. Bahkan, pendingin ruangan di kantor pemerintah diatur agar bersuhu 26 hingga 27 derajat Celsius.
Di sisi lain, Filipina punya cara lain. Mereka memberlakukan sistem kerja empat hari dalam seminggu untuk sektor publik. Sementara itu, Pakistan sedang menyiapkan rencana serupa, yang memanfaatkan pembelajaran jarak jauh dan skema kerja dari rumah.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Rupanya, pemerintah juga akan mengambil langkah serupa. Menanggapi kenaikan harga minyak dunia, rencana kerja dari rumah atau work from home (WFH) akan diterapkan. Ini sebagai bagian dari upaya penghematan energi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kebijakan ini nantinya berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sektor swasta pun diimbau untuk ikut. Namun, aturan detailnya masih akan disusun dan rencananya baru berlaku setelah Lebaran.
Yang jelas, WFH ini cuma akan diberlakukan satu hari dalam sepekan.
“Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga, seperti dikutip dari Antara, Senin (23/3).
Artikel Terkait
One Way Nasional Berlaku di Tol Trans Jawa, dari Salatiga hingga Cikampek
Polisi Ungkap Motif Cemburu di Balik Pembunuhan Cucu Mpok Nori
Musik Indonesia Timur Mendominasi Tren Digital, Didorong Kecocokan dengan Platform Seperti TikTok
Iran Luncurkan Rudal ke Yerusalem, Israel Klaim Berhasil Patahkan Sebagian