Wall Street Melonjak Usai Trump Tunda Ancaman Serangan ke Iran

- Selasa, 24 Maret 2026 | 07:15 WIB
Wall Street Melonjak Usai Trump Tunda Ancaman Serangan ke Iran

Wall Street menutup perdagangan Senin dengan kenaikan yang cukup signifikan. Sentimen pasar membaik setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penundaan serangan militer yang sebelumnya diancamkan ke infrastruktur energi Iran. Kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah pun sedikit mereda.

Indeks-indeks utama langsung bereaksi. Dow Jones melonjak lebih dari 600 poin, atau sekitar 1,4 persen. Sementara itu, S&P 500 naik 1,2 persen. Nasdaq Composite, yang diisi banyak saham teknologi, juga ikut merangkak naik sekitar 1,4 persen.

Semua ini berawal dari unggahan Trump di media sosial pada Senin pagi. Dia menyatakan menunda rencana serangan dan menyebut bahwa pembicaraan sedang berlangsung antara AS dan Iran. Klaim itulah yang langsung disambut pasar dengan optimisme.

Namun begitu, respon dari Teheran datang tak lama kemudian dan justru bertolak belakang.

Iran dengan tegas membantah klaim Trump. Pihaknya menegaskan tidak ada sama sekali negosiasi yang sedang dilakukan dengan Amerika Serikat maupun Israel.

Meski ada bantahan itu, efek psikologis dari pengumuman Trump ternyata sudah terlanjur bekerja. Kekhawatiran investor mencair. Ini terlihat jelas dari anjloknya harga minyak mentah seketika setelah pernyataan itu beredar.

Harga minyak West Texas Intermediate terpangkas 10 persen, menyentuh level sekitar 89 dolar AS per barel. Sementara minyak Brent, patokan global, jatuh di bawah level psikologis 100 dolar per barel.

Sebelumnya, situasinya memang cukup mencekam. Akhir pekan lalu, Trump memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran. Isinya, jika Selat Hormuz tidak dibuka, AS akan menyerang fasilitas pembangkit listrik Iran. Ancaman itulah yang akhirnya ditunda.

Dalam unggahannya, Trump menyebut penundaan ini berlaku untuk lima hari ke depan. Pasar kini menunggu, apa yang akan terjadi setelah tenggat waktu itu berakhir.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar