IHSG Ambrol 2,86% ke Bawah 7.000, Terjun Bebas dari Level Tertinggi Harian

- Jumat, 08 Mei 2026 | 17:00 WIB
IHSG Ambrol 2,86% ke Bawah 7.000, Terjun Bebas dari Level Tertinggi Harian

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambles pada perdagangan akhir pekan, Jumat (8/5/2026), kehilangan lebih dari 200 poin sekaligus menembus batas psikologis di bawah level 7.000. Indeks utama bursa saham nasional itu terpangkas 204,92 poin atau 2,86 persen ke posisi 6.969,40, menandai tekanan jual yang cukup deras sejak sesi pertama.

Padahal, pasar sempat membuka perdagangan dengan optimisme. IHSG mengawali hari di zona hijau pada level 7.182 dan bahkan menyentuh titik tertingginya di angka 7.186. Namun, momentum positif itu tak bertahan lama. Tekanan jual yang muncul di tengah sesi perlahan menggerus penguatan awal, hingga akhirnya indeks berbalik arah dan terjerembap ke zona merah hingga penutupan.

Kondisi ini tercermin dari dominasi saham yang melemah. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 607 saham tercatat mengalami penurunan, sementara hanya 138 saham yang berhasil menguat. Adapun 214 saham lainnya bergerak stagnan. Volume transaksi tercatat cukup tinggi, dengan 54,39 miliar saham berpindah tangan dan nilai perdagangan mencapai Rp36,07 triliun.

Pelemahan IHSG juga diikuti oleh hampir seluruh indeks acuan lainnya. Indeks LQ45 turun 2,39 persen ke level 677, indeks JII ambles 4,55 persen ke posisi 451, indeks IDX30 melemah 2,13 persen ke 380, dan indeks MNC36 terkoreksi 2,32 persen ke angka 297. Hampir tidak ada sektor yang mampu bertahan dari tekanan jual kali ini.

Mayoritas sektor industri tercatat berada di zona merah. Sektor konsumer non siklikal, konsumer siklikal, keuangan, infrastruktur, properti, industri, teknologi, energi, bahan baku, hingga transportasi semuanya mengalami penurunan. Satu-satunya sektor yang mencatatkan penguatan adalah sektor kesehatan, meskipun kenaikannya relatif terbatas di tengah pelemahan pasar yang meluas.

Di tengah lautan merah, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk jajaran top gainers. PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) melesat 34,55 persen ke harga Rp148, disusul PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) yang naik 34,48 persen ke Rp117, serta PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) yang menguat 25 persen ke Rp510.

Sementara itu, posisi top losers dihuni oleh saham-saham yang mengalami tekanan jual cukup dalam. PT Sinergi Inti Pastindo Tbk (ESIP) turun 15 persen ke Rp187, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melemah 15 persen ke Rp1.445, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terkoreksi 14,94 persen ke level Rp1.310.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar