Hanya butuh waktu setengah jam dan uang sekitar Rp150 ribu. Dengan biaya yang bahkan lebih murah dari pelantikan kepala desa di Indonesia, Zohran Mamdani resmi memegang kendali New York sebuah kota yang jadi pusat keuangan global.
Tanggal 1 Januari 2026 itu benar-benar bersejarah. Di hari pertama tahun itu, Zohran Mamdani mengangkat sumpah sebagai Wali Kota New York, sekaligus menjadi pemimpin Muslim pertama yang memegang jabatan prestisius tersebut. Yang menarik, sumpahnya diucapkan dengan tangan menempel pada Al-Qur’an kuno dari abad ke-19, yang dipinjamkan oleh Perpustakaan Umum New York.
Lalu, berapa sebenarnya biaya untuk melantik orang nomor satu di kota yang super mahal ini? Jawabannya sungguh mengejutkan.
Secara resmi, Mamdani hanya mengeluarkan $9, atau sekitar Rp145-150 ribu. Itu adalah biaya administrasi untuk pendaftaran sumpah jabatan, dibayar tunai ke petugas panitera kota. Cuma segitu.
Dana itu digunakan untuk menandatangani buku besar kota, sebuah ritual administratif yang wajib. Namun begitu, nuansa perayaannya sama sekali tidak terkesan minim. Acara publiknya justru digelar layaknya pesta rakyat atau block party di kawasan Broadway, dekat Balai Kota. Gratis, tanpa tiket, siapa saja boleh datang.
Yang bikin ceritanya makin unik adalah lokasi pelantikan intinya. Sebagai simbol penghematan dan kedekatan dengan warga biasa, Mamdani memilih sebuah stasiun kereta bawah tanah tua di bawah City Hall yang sudah tak beroperasi. Bayangkan, di ruang bawah tanah yang penuh sejarah itulah sumpah jabatan penting ini diucapkan.
Kemenangannya di pilkada November 2025 memang telah mengantarkannya ke posisi ini. Kini, dia bukan cuma wali kota Muslim pertama, tapi juga yang pertama berasal dari keturunan Asia Selatan di New York City.
Momen bersejarah itu pun ramai diberitakan.
Zohran Mamdani becomes the mayor of New York City after taking the oath of office at an historic, decommissioned subway station in Manhattan. Mamdani was sworn in as the first Muslim leader of America’s biggest city, placing his hand on a Quran as he took his oath.
The Associated Press (@AP) January 1, 2026
Jadi, begitulah kisahnya. Sebuah pelantikan yang sederhana secara biaya, tapi sarat makna dan simbol. Di kota yang serba gemerlap, ternyata kekuasaan bisa dimulai dengan cara yang tak biasa.
Artikel Terkait
21 Wisatawan Terjebak Banjir Bandang di Sungai Usa Bone Berhasil Dievakuasi Selamat
Kondisi Nadiem Makarim Membaik Usai Operasi, Tetap Siap Baca Pleidoi Pekan Depan
Pemerintah Siapkan Rp4,97 Triliun untuk Subsidi Beras SPHP 2026, Batas Pembelian Konsumen Diperlonggar
Wali Kota Makassar Resmikan Sekretariat Baru IKA FH Unhas, Aktifkan Kembali Organisasi yang Sempat Vakum