Hujan deras mengguyur Bogor belakangan ini, dan bagi Ayi (28), warga Pondok Udik, itu berarti satu hal: banjir masuk ke dalam rumahnya. Penyebabnya? Sebuah sayap pesawat yang masih menyangkut di atap rumahnya, merobek genting dan membiarkan air hujan leluasa masuk. Sudah berhari-hari puing besi itu belum juga dipindahkan.
"Banjir, iya. Karena kan kita belum bisa nutup, karena kan masih ada itunya, masih ada sayapnya," keluh Ayi di rumahnya, Selasa lalu.
Semua berawal dari angin puting beliung yang melanda kawasan itu pada Senin siang, sekitar pukul dua. Angin kencang itu ternyata menerjang sebuah lokasi tak jauh dari desanya tempat yang biasa disebut warga sebagai "kuburan pesawat". Akibatnya, serpihan bangkai pesawat beterbangan, dan satu sayapnya mendarat tepat di rumah Ayi.
Ia jelas frustrasi. Dengan puing masih tertancap, mustahil baginya untuk membenahi atap yang rusak. Harapannya sederhana: agar bagian pesawat itu segera diangkut.
"Penginnya sih cepat-cepat diangkat, biar warga juga bisa benahin rumahnya," ujarnya. Menurutnya, beberapa puing lain sudah dievakuasi, tapi sayap yang menghantam rumahnya itu masih teronggok begitu saja. "Nah, kalau yang ini, sayapnya ini, masih belum ada evakuasi."
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi OTT
KPK Periksa Belasan Pejabat Tulungagung Usai OTT Bupati
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi di Jatim
Siswa Tewas Usai Senapan Rakitan Meledak Saat Ujian Praktik di Siak