Peri Sandria Desak PSSI: Pelatih Asing Wajib Gandeng Pelatih Lokal

- Rabu, 03 Desember 2025 | 03:15 WIB
Peri Sandria Desak PSSI: Pelatih Asing Wajib Gandeng Pelatih Lokal

JAKARTA – Kursi pelatih kepala Timnas Indonesia masih kosong. Sudah sejak Oktober lalu, tepatnya setelah Patrick Kluivert mundur usai gagal membawa Garuda ke Piala Dunia 2026. Nah, soal penggantinya, legenda timnas Peri Sandria punya catatan penting.

Menurut dia, siapa pun pelatih asing yang nanti dipilih PSSI, wajib hukumnya melibatkan pelatih lokal dalam tim kepelatihan. Ini bukan sekadar formalitas, lho. Peri bilang, kolaborasi semacam ini krusial banget untuk terjadinya transfer ilmu. Jadi, ada pertukaran pengetahuan yang nyata antara pelatih luar dan dalam negeri.

“Tapi ini, harus ada kolaborasi dari pelatih lokalnya sendiri. Kemarin pas Kluivert tidak ada pelatih lokal yang ditarik,” tegas Peri.

Ia kemudian memberi perbandingan. “Saya bukan menyanjung Shin Tae Yong, tapi dia tetap menarik pelatih lokal,” tutup striker peraih medali emas SEA Games 1991 itu.

Di sisi lain, Peri sendiri mewajarkan kalau PSSI nanti memilih pelatih asal Eropa. Rumor-rumor yang beredar memang cuma mencuatkan nama-nama asing, tanpa sosok lokal. Tapi bagi Peri, pilihan itu punya alasan yang masuk akal.

“Kalau dari Eropa, saya juga belum bisa menjawab. Karena pemain-pemain kita kan banyak naturalisasi dari Eropa semua, pemain Asia (lokal) hanya beberapa di inti,” kata Peri di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

“Saya rasa kalau pemain-pemainnya Eropa, itu wajarlah kalau pelatihnya juga dari Eropa,” sambungnya.

Jadi, intinya begini. Peri Sandria setuju dengan pencarian pelatih asing, terlebih dari Eropa, mengingat komposisi skuad yang kini didominasi pemain naturalisasi berlatar belakang sana. Namun begitu, ia tak mau PSSI mengulangi pola lama. Kehadiran pelatih lokal di sisi sang juru taktik utama dinilainya sebagai pondasi. Fungsi mereka jelas: menyediakan informasi konteks lokal dan jadi jembatan untuk pertukaran ilmu yang berkelanjutan. Tanpa itu, menurut Peri, kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas kepelatihan nasional bisa terlewat lagi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar