Ledakan keras mengguncang Yerusalem pagi ini. Beberapa menit sebelumnya, militer Israel mendeteksi peluncuran rudal dari Iran. Mereka langsung berupaya mencegatnya, tapi ternyata tak semua berhasil dihadang.
"Iran menembakkan rudal ke Israel pada Selasa pagi," begitu pernyataan resmi militer Israel, yang keluar sesaat sebelum suara ledakan memecah kesunyian.
Menurut sejumlah saksi, dentuman itu terdengar jelas di beberapa titik kota. Situasi sempat mencekam. Namun begitu, sekitar dua puluh menit setelah alarm pertama, Komando Pertahanan Dalam Negeri akhirnya mengizinkan warga untuk keluar dari tempat perlindungan mereka.
Layanan darurat Magen David Adom, sampai berita ini diturunkan, menyatakan belum ada laporan korban jiwa langsung dari serangan tersebut. Meski begitu, tim paramedis sudah dikerahkan ke satu lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya rudal. Mereka bersiaga.
Serangan ini terjadi di tengah situasi yang sudah panas. Beberapa jam sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington telah mengadakan pembicaraan dengan seorang pejabat Iran. Klaim Trump ini, perlu dicatat, langsung dibantah keras oleh pemerintah di Teheran. Jadi, latar belakang serangan pagi ini masih gelap, penuh spekulasi.
Yang jelas, ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Pagi ini, Yerusalem dibangunkan bukan oleh azan atau sinar matahari, tapi oleh suara ledakan yang berasal dari langit.
Artikel Terkait
Inggris Ditahan Imbang Ghana 0-0, Persaingan Puncak Grup L Piala Dunia 2026 Makin Ketat
AS Jalin Kontak Informal dengan Oposisi Israel di Tengah Ketegangan dengan Netanyahu
Tersangka Penyekap dan Penganiaya Kekasih Selama Hampir Tiga Tahun Ditangkap di Bandung
Gelombang Panas Ekstrem Landa Inggris, Suhu Diprediksi Capai 40 Derajat Celsius dan Ratusan Sekolah Tutup