Persebaya Surabaya melangkah ke Stadion Manahan dengan kepercayaan diri yang melonjak setelah meraih tiga kemenangan beruntun, tetapi para pendukungnya justru mengirimkan peringatan keras: jangan sampai ada “misi penyelamatan” untuk tuan rumah Persis Solo pada laga Sabtu (9/5/2026). Di tengah tren positif yang membuat Green Force kembali diperhitungkan, Bonek ramai-ramai menyuarakan kekhawatiran melalui media sosial agar tim kesayangan mereka tidak kehilangan fokus dan tetap tampil habis-habisan demi menjaga peluang finis di papan atas sekaligus membuka jalan menuju kompetisi Asia Tenggara musim depan.
Peringatan itu muncul setelah posisi Persis Solo belum sepenuhnya aman dari tekanan papan bawah klasemen. Suporter Persebaya menuntut skuad asuhan Bernardo Tavares tetap bermain serius dan memburu kemenangan penuh di Solo. “Jangan ada misi penyelamatan,” tulis akun @subgreatness. “Sapu bersih. Raono kata penyelamatan!” komentar @mhmmdputraa24. Nada lebih keras juga datang dari akun lain yang mengingatkan agar tidak ada drama di akhir musim. “Ojok sampek ono misi penyelamatan part 2 loh yo awas ae!” tulis @rizalrizkyr. Sebagian Bonek bahkan menyinggung pentingnya sportivitas demi mimpi tampil di level Asia Tenggara. “Tolong jangan diperjualbelikan pertandingan ini. Kami ingin melihatmu main di ASEAN. Ayokkk,” tulis @julian.syahhh2.
Rivalitas panjang antara Persebaya dan Persis Solo ikut memanaskan komentar suporter. Mereka berharap Green Force membalas hasil buruk musim lalu sekaligus mempertegas dominasi. “Ayo rematch. Balas kekalahan musim lalu. Kirim Solo ke pegadaian. Wani,” tulis @bintangdarilangit1.
Peringatan dari Bonek bukan tanpa alasan. Dalam tiga pertandingan terakhir, Persebaya menunjukkan perubahan drastis yang membuat mereka kembali diperhitungkan sebagai salah satu tim paling konsisten menjelang akhir musim. Green Force sukses menyapu bersih laga dengan kemenangan meyakinkan dan torehan 10 gol tanpa sekali pun kebobolan. Bukan hanya tajam di depan, permainan Persebaya kini terlihat jauh lebih matang dan seimbang. Perubahan paling mencolok terlihat dari cara tim membangun serangan, yang lebih tenang dalam mengalirkan bola, agresif saat melakukan tekanan, dan disiplin menjaga organisasi pertahanan.
Kebangkitan itu diakui langsung oleh Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal tersebut menyebut kemenangan beruntun sangat berpengaruh terhadap mental pemain. “Saya pikir ini bagus. Sepak bola adalah tentang menang. Melawan Madura United kita main bagus tapi tidak menang,” katanya. “Menang tiga kali beruntun saya pikir positif. Sekarang saatnya pemulihan dan bersiap untuk laga berikutnya,” lanjut mantan pelatih PSM Makassar tersebut.
Di sisi lain, kekuatan utama Persebaya saat ini justru muncul dari solidnya pertahanan. Koordinasi antarlini terlihat jauh lebih rapi dibanding beberapa pekan sebelumnya. Saat kehilangan bola, para pemain langsung melakukan tekanan cepat sehingga lawan kesulitan mengembangkan permainan. Situasi itu membuat Persebaya lebih nyaman mengontrol tempo pertandingan. “Kuncinya adalah mencetak gol lebih banyak daripada kebobolan. Sikap tim bagus, kami berkembang dalam banyak hal,” ujar Bernardo Tavares. Menurutnya, para pemain mulai memahami peran masing-masing baik ketika menyerang maupun bertahan, sehingga permainan tim menjadi lebih stabil sepanjang laga. “Tim sekarang lebih percaya diri. Semua orang tahu apa yang harus dilakukan dengan bola maupun tanpa bola. Jauh lebih mudah bekerja dengan kemenangan dan energi positif,” pungkasnya.
Momentum positif membuat peluang Persebaya menyapu bersih tiga laga sisa semakin terbuka lebar. Dengan koleksi 51 poin, Green Force kini menembus lima besar klasemen sementara Super League 2025/2026. Persaingan papan atas yang sangat ketat membuat setiap kemenangan bisa langsung mengubah posisi klasemen secara signifikan. Karena itu, duel melawan Persis Solo menjadi laga penting untuk menjaga momentum. Persebaya juga mulai menunjukkan identitas permainan yang lebih matang di bawah Bernardo Tavares. Tim tidak lagi bergantung pada satu pemain untuk mencetak gol ataupun mengatur permainan. Keseimbangan antara lini depan dan pertahanan membuat Green Force kini terlihat lebih siap menghadapi tekanan di fase akhir kompetisi, ditambah lagi atmosfer ruang ganti yang sedang positif setelah tiga clean sheet beruntun. Kini, publik Surabaya mulai percaya Persebaya bukan sekadar mengejar kemenangan biasa, melainkan berpotensi menutup musim dengan sapu bersih kemenangan.
Editor: Handoko Prasetyo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Tiga Klub Premier League Tembus Final Kompetisi Eropa, Arsenal, Aston Villa, dan Crystal Palace Ukir Sejarah
Andrew Jung Siap Debut di El Clasico Indonesia, Targetkan Kemenangan Penuh untuk Persib
Sulsel Borong 16 Medali di Kejurnas Akuatik 2026, Jadi Sinyal Kebangkitan Cabang Renang dan Artistic Swimming
Bayern Munich Tersingkir dari Liga Champions Usai Imbang Lawan PSG, Kontroversi Handball Kembali Mewarnai Laga