Sabtu kemarin, suara Letnan Jenderal Eyal Zamir menggema di hadapan para prajuritnya. Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel itu tak ragu menyampaikan pesan keras. Menurutnya, pasukan Israel telah berhasil menghancurkan apa yang disebutnya sebagai "rezim teroris Iran".
"Kita menghancurkan rezim teroris Iran dan akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperdalam pencapaian kami,"
Demikian pernyataan Zamir yang dirilis oleh militer dan dikutip oleh kantor berita AFP. Pernyataan ini muncul tak lama setelah pengumuman pentingnya sehari sebelumnya, soal kampanye gabungan AS-Israel yang disebut telah memasuki babak baru.
Fase berikutnya, begitu istilah yang digunakannya pada Kamis lalu. Zamir juga sempat mengingatkan bahwa masih ada "kejutan tambahan" yang menanti Teheran. Peringatan itu menggantung, seolah menjadi prolog aksi militer yang kemudian terjadi.
Dan aksi itu benar-benar terjadi dalam skala masif. Menurut laporan terbaru, Israel telah melancarkan serangan ke Iran mulai Sabtu pekan lalu. Puncaknya, pada Jumat waktu setempat, tentara Israel mengklaim telah menghantam lebih dari 400 target di berbagai wilayah Iran hanya dalam satu hari.
Targetnya beragam. Mulai dari peluncur rudal balistik hingga fasilitas penyimpanan drone atau UAV milik Iran, semua dihujani serangan. Informasi ini disampaikan langsung oleh tentara Israel melalui sebuah saluran Telegram.
Di sisi lain, ada satu insiden spesifik yang diungkap. Di daerah Shahroud, yang terletak di Iran bagian barat, sebuah truk yang diduga sedang memindahkan sistem pertahanan udara menjadi sasaran. Truk itu dilaporkan hancur.
Sebagai bukti, militer Israel melampirkan sebuah foto udara. Gambar itu menunjukkan sebuah truk di sebuah jalan, meski lokasi pastinya tidak disebutkan. Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi atau konfirmasi langsung dari pihak Iran terkait serangan-serangan tersebut.
Semua bergerak cepat. Pernyataan, peringatan, lalu aksi militer besar-besaran. Situasinya masih berkembang, dan pernyataan Zamir tadi seperti menjadi penegas bahwa operasi ini belum akan berhenti dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Bareskrim Ungkap Modus Helikopter hingga Plat Palsu dalam Penyalahgunaan BBM Subsidi
ALMI Belum Temukan Investor, Upaya Penuhi Free Float Masih Terkendala
Polisi Selidiki Pencurian Motor dengan Modus Penyamaran Tukang Rongsok di Cipayung
Anggota DPR Dorong OJK dan BNI Segera Tuntaskan Kasus Penggelapan Dana Gereja Rp 28 Miliar