Maruli menjelaskan, Polda Banten memberdayakan empat buffer zone atau zona penyangga untuk menampung kendaraan pemudik sebelum masuk pelabuhan. Sosialisasi pembelian tiket secara online juga digencarkan. Tujuannya jelas: menghindari penumpukan kendaraan yang mau beli tiket langsung di jalan, yang malah bisa mengganggu arus lalu lintas.
Koordinasi dengan pengelola pelabuhan, dalam hal ini ASDP, juga diperketat. Nantinya, petugas tiket akan menjemput pemudik untuk proses check-in begitu pintu kapal ferry dibuka. Cara ini diharapkan bisa memangkas antrean panjang di depan pintu masuk kapal.
Di sisi lain, ada juga skala prioritas penyeberangan yang diterapkan. Yang didahulukan adalah penumpang, sembako, bahan pokok penting, hewan ternak untuk konsumsi lebaran, serta BBM. Pola operasi kapal pun disesuaikan.
"Kapal tiba bongkar berangkat, bukan tiba bongkar muat, karena persentase penumpang dari Sumatera ke Jawa lebih kecil,"
tambah Maruli.
Jadi, buat Anda yang belum berangkat, situasi siang hari ini bisa jadi peluang. Pelabuhan Merak masih terlihat sepi. Pantauan di lokasi menunjukkan belum ada kemacetan berarti, masih banyak ruang untuk kendaraan. Tapi ingat, antrean panjang biasanya baru mulai mengular beberapa jam setelah matahari terbenam.
Artikel Terkait
Kebakaran Rumah di Mampang Prapatan, Tak Ada Korban Jiwa Berkat Respons Cepat
Polisi Gunung Putri Bantu Warga Buka Pintu Mobil yang Terkunci Otomatis
Jusuf Kalla dan Guru Besar Bahas Ancaman Defisit Anggaran Daerah
Paus Leo XIV Serukan Penghentian Kekerasan dan Kembali ke Dialog di Timur Tengah