New York, Rabu kemarin, dolar AS menunjukkan taringnya. Mata uang itu menguat di tengah kenaikan harga minyak yang seolah tak terbendung. Menariknya, kenaikan itu bahkan berhasil menutupi laporan inflasi terbaru yang dirilis pemerintah.
Indeks dolar, alat ukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, melonjak 0,41 persen ke level 99,231. Data dari Xinhua itu menegaskan sentimen pasar yang masih memihak pada dolar.
Rinciannya, euro melemah jadi USD1,1569 dari posisi sebelumnya USD1,1644. Poundsterling Inggris pun tak berkutik, turun ke USD1,3407. Terhadap yen Jepang, dolar dibeli di level 158,89 yen, naik cukup signifikan dari 157,63 yen di sesi sebelumnya.
Tak cuma itu. Dolar juga menguat terhadap franc Swiss, dolar Kanada, dan krona Swedia. Pergerakannya seragam, mengindikasikan tekanan beli yang cukup luas.
(Dolar AS. Foto: Freepik)
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stok BBM dan Gas Aman, Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah
Polres Bogor Kerahkan 65 Supeltas dan 150 Personel Tambahan Antisipasi Lonjakan Kendaraan ke Puncak Saat Libur Lebaran
DPR Terima Tiga Surpres dari Presiden, Bahas RUU Saksi hingga Kerja Sama dengan Kanada
Bandara Hang Nadim Batam Proyeksikan 280 Ribu Penumpang Mudik Lebaran