Dari Jakarta, Kedutaan Besar Republik Islam Iran baru-baru ini mengeluarkan pernyataan resmi. Isinya menyangkut pemimpin tertinggi yang baru, Ayatollah Mojtaba Hosseini Khamenei. Intinya, mereka ingin menegaskan bahwa negara itu tak bergantung pada satu orang saja.
“Pemilihan ini sekali lagi membuktikan bahwa Republik Islam Iran tidak bergantung pada satu individu,” begitu bunyi pernyataan Kedubes Iran, Senin (9/3/2026).
“Melainkan merupakan sebuah sistem yang berlandaskan supremasi hukum, suara rakyat, dan nilai-nilai Ilahi.”
Menurut pernyataan itu, sistem pergantian kepemimpinan di Iran berjalan dengan mulus. Tujuannya jelas: menegakkan keadilan. Meski ditinggalkan oleh pemimpin besar, plus sejumlah pejabat tinggi dan komandan militer senior, sistem ini disebut akan tetap teguh.
“Sistem akan melanjutkan jalannya dengan keteguhan dan kekuatan di bawah kepemimpinan baru yang layak,” ungkapnya, “dalam upaya menegakkan kebenaran dan keadilan di dunia.”
Di sisi lain, pernyataan itu juga menyentuh situasi terkini. Operasi militer "Janji Setia 4" (Va'deh Sadegh 4) disebut sudah memasuki tahap ke-30. Operasi ini dilaksanakan di bawah komando Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei dan menyasar wilayah-wilayah zionis Israel.
Artikel Terkait
Gubernur Kalsel Soroti Relevansi Falsafah Waja Sampai Kaputing untuk Bangun Karakter Bangsa
Satgas Jembatan Laporkan 218 Jembatan Selesai, Target 7.000 Awal Tahun Depan
Kapolri Instruksikan Seluruh Kapolda Siapkan Panic Button untuk Lindungi Ojol
Satgas PRR Amankan 2.684 Meter Kubik Kayu Hanyut untuk Material Huntara Pascabencana Sumatera