Kedubes Iran Tegaskan Negara Tak Bergantung pada Satu Individu Usai Pengangkatan Pemimpin Baru

- Senin, 09 Maret 2026 | 18:20 WIB
Kedubes Iran Tegaskan Negara Tak Bergantung pada Satu Individu Usai Pengangkatan Pemimpin Baru

Kedubes juga mencatat dengan rinci dampak serangan yang mereka terima. Sejak 28 Februari lalu, serangan dari Amerika Serikat dan Israel diklaim telah menewaskan lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tak berdosa. Angkanya cukup mencengangkan.

Tak cuma korban jiwa. Mereka mencatat 9.669 target sipil hancur. Rinciannya termasuk 7.943 unit rumah tinggal, lalu 1.617 pusat perdagangan dan layanan. Juga 32 pusat medis, 65 sekolah, 13 bangunan Bulan Sabit Merah, plus sejumlah infrastruktur energi yang rusak.

Sebelumnya, seperti banyak diberitakan, Ayatollah Mojtaba Khamenei memang sudah resmi naik jadi pemimpin tertinggi. Dia adalah putra kedua dari Ali Khamenei, pemimpin sebelumnya.

Mekanisme penunjukannya berlangsung cepat. Dilansir Aljazeera, proses itu dilakukan setelah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan di hari pertama. Majelis Pakar lalu bersidang, dan Mojtaba yang sudah lama disebut sebagai calon kuat akhirnya terpilih.

Memang, Mojtaba Khamenei tak pernah terjun ke kontestasi pemilu atau menduduki jabatan publik. Tapi pengaruhnya tak bisa dipandang sebelah mata. Selama puluhan tahun, dia adalah tokoh kunci di lingkaran dalam kekuasaan. Hubungannya dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga dikenal sangat erat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar