Kedubes juga mencatat dengan rinci dampak serangan yang mereka terima. Sejak 28 Februari lalu, serangan dari Amerika Serikat dan Israel diklaim telah menewaskan lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tak berdosa. Angkanya cukup mencengangkan.
Tak cuma korban jiwa. Mereka mencatat 9.669 target sipil hancur. Rinciannya termasuk 7.943 unit rumah tinggal, lalu 1.617 pusat perdagangan dan layanan. Juga 32 pusat medis, 65 sekolah, 13 bangunan Bulan Sabit Merah, plus sejumlah infrastruktur energi yang rusak.
Sebelumnya, seperti banyak diberitakan, Ayatollah Mojtaba Khamenei memang sudah resmi naik jadi pemimpin tertinggi. Dia adalah putra kedua dari Ali Khamenei, pemimpin sebelumnya.
Mekanisme penunjukannya berlangsung cepat. Dilansir Aljazeera, proses itu dilakukan setelah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan di hari pertama. Majelis Pakar lalu bersidang, dan Mojtaba yang sudah lama disebut sebagai calon kuat akhirnya terpilih.
Memang, Mojtaba Khamenei tak pernah terjun ke kontestasi pemilu atau menduduki jabatan publik. Tapi pengaruhnya tak bisa dipandang sebelah mata. Selama puluhan tahun, dia adalah tokoh kunci di lingkaran dalam kekuasaan. Hubungannya dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga dikenal sangat erat.
Artikel Terkait
Gubernur Kalsel Soroti Relevansi Falsafah Waja Sampai Kaputing untuk Bangun Karakter Bangsa
Satgas Jembatan Laporkan 218 Jembatan Selesai, Target 7.000 Awal Tahun Depan
Kapolri Instruksikan Seluruh Kapolda Siapkan Panic Button untuk Lindungi Ojol
Satgas PRR Amankan 2.684 Meter Kubik Kayu Hanyut untuk Material Huntara Pascabencana Sumatera