Meski begitu, dia terlihat optimis dengan langkah kader partainya di ibu kota. Tema besar 'PKB Masa Depan Jakarta' dinilainya tepat dan keren. Bahkan, Cak Imin meyakini bahwa masa depan kota justru seringkali ada di tangan orang-orang yang selama ini dipinggirkan.
"Sudah jelas itu," katanya, lalu menyebut contoh. "Sudah pernah diserahkan pengusaha besar sukses, Pak Fauzi Bowo, orang kaya Jakarta. Ya gitu-gitu aja. Diserahkan Tionghoa namanya Ahok, ya begitu-begitu juga."
Pergantian pemimpin, rupanya, belum juga membawa perubahan mendasar. Masalah di Jakarta masih menumpuk. Mungkin, begitu kira-kira sindirannya, Jakarta memang sedang menunggu kader PKB untuk turun tangan.
Namun begitu, dia punya keyakinan. Saatnya justru orang yang tak diperhitungkan yang akan membawa perubahan. Cak Imin lantas menyebut dua masalah berat Jakarta selain transportasi: banjir.
Logikanya sederhana tapi menusuk. "Banjir ini banjir itu jelas sumbernya satu kok bisa nggak bisa ngatasi? Bayangkan kalau masalahnya sumbernya banyak. Sumbernya cuma satu aja nggak bisa mengatasi. Cuma air aja kok," pungkasnya.
Pernyataan itu sekaligus menutup kritiknya yang blak-blakan, meninggalkan pertanyaan tentang siapa yang benar-benar sanggup mengurai benang kusut ibu kota.
Artikel Terkait
Chief Officer Kapal Divonis Seumur Hidup atas Kasus 1,9 Ton Sabu
BNPB Jalankan Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Antisipasi Dampak Bibit Siklon
Presiden Prabowo Perintahkan Penguatan Perusahaan Mineral Nasional untuk Percepat Hilirisasi
Pelatih Bela Diri KONI Jatim Jadi Tersangka Pelecehan Atlet di Tiga Lokasi