Kasus penipuan wedding organizer yang melibatkan Ayu Puspita kembali mencuat. Polisi kini membeberkan salah satu modus andalannya, yang ternyata sederhana namun efektif: memanfaatkan promo jasa pernikahan.
Promo itu diumbar ke calon pengantin, janjinya menggiurkan. Harganya jauh lebih murah dari pasaran.
Sayangnya, itu cuma jebakan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Sukahar, mengonfirmasi hal ini. "Ya, promo-promo itu juga merupakan salah satu modus tersangka," ujarnya, Selasa lalu.
Menurut penjelasannya, Ayu menawarkan harga yang sangat terjangkau. Tapi pada praktiknya, janji manis itu tak pernah direalisasikan. "Memberikan promo dengan harga lebih murah. Pada kenyataannya tidak terlaksana," tegas Onkoseno.
Kondisi para korbannya beragam. Ada yang tanggal pernikahannya sudah di depan mata, ada juga yang masih punya waktu cukup lama. Namun, satu hal yang sama: mereka semua sudah mengeluarkan uang. "Ada yang sudah memasuki tanggalnya, ada yang belum. Tapi yang jelas sudah memberikan uangnya," ungkapnya.
Mengulik Peran Pelaku
Lantas, apa peran Ayu Puspita dalam skema ini? Polisi menyebutnya sebagai otak pengorganisir. Dialah yang merancang dan mengendalikan semuanya.
"Ya A selaku pemilik, dia yang mengorganisir semuanya," kata Kompol Onkoseno.
Di sisi lain, tersangka lain yang berinisial D punya peran tersendiri. Tugasnya adalah mendekati korban, membujuk mereka untuk menambah jumlah uang muka atau DP. Begitulah mereka bekerja.
Artikel Terkait
Perampok Sekap Lansia 62 Tahun di Malang, Gasak Mobil Honda Jazz
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2026 Naik 5,7 Persen, Kota Bekasi Catat UMK Tertinggi Rp5,9 Juta
Polisi Tangkap Paman di Jepara yang Bakar Keponakan Remaja Usai Dua Bulan Buron
Hydro Coco Luncurkan Kemasan Edisi Sepakbola dan Gelar Perayaan Kebersamaan di Senayan