Masyarakat Aceh yang terdampak banjir punya satu permintaan khusus jelang Idulfitri tahun ini: mereka ingin tradisi Meugang tetap bisa berjalan. Dan Presiden Prabowo Subianto mengiyakan. Permintaan itu disampaikan lewat Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang langsung bergerak menindaklanjuti.
Di tengah situasi pascabencana, aspirasi untuk menjalankan tradisi ini ternyata kuat sekali. Bagi warga Aceh, Meugang bukan sekadar makan daging. Ini soal menjaga semangat kebersamaan dan nilai-nilai sosial yang sudah mengakar jauh. Pemerintah melihat respons terhadap permintaan ini sebagai bentuk kehadiran negara di saat-saat yang sulit.
Nah, soal tradisinya sendiri, Meugang itu kearifan lokal yang istimewa. Dilakukan untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri, momen ini mempertemukan masyarakat dalam satu meja atau lebih tepatnya, dalam satu wajan besar untuk memasak dan menikmati daging sapi bersama. Ikatan sosial kembali diperkuat di sini.
Sebenarnya, bantuan untuk Meugang sudah pernah digelontorkan di awal Ramadan. Kala itu, nilainya mencapai Rp 72,72 miliar. Kini, menyongsong hari raya, bantuan serupa kembali mengalir.
"Sudah selesai ditransfer [dana bantuannya] ke kabupaten/kota di Provinsi Aceh untuk pembayaran sapi meugang,"
Demikian penjelasan Tito pada Rabu (18/3/2026). Menurut data yang ada, total anggaran yang dikucurkan kali ini Rp 72,75 miliar. Dana itu ditujukan untuk 1.455 desa di 19 kabupaten/kota yang terdampak bencana. Setiap desa menerima Rp50 juta.
Penyalurannya dilakukan langsung ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) melalui Bank Aceh Syariah. Langsung ke tujuan, tanpa lewat jalan berliku.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi