Masyarakat Aceh yang terdampak banjir punya satu permintaan khusus jelang Idulfitri tahun ini: mereka ingin tradisi Meugang tetap bisa berjalan. Dan Presiden Prabowo Subianto mengiyakan. Permintaan itu disampaikan lewat Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang langsung bergerak menindaklanjuti.
Di tengah situasi pascabencana, aspirasi untuk menjalankan tradisi ini ternyata kuat sekali. Bagi warga Aceh, Meugang bukan sekadar makan daging. Ini soal menjaga semangat kebersamaan dan nilai-nilai sosial yang sudah mengakar jauh. Pemerintah melihat respons terhadap permintaan ini sebagai bentuk kehadiran negara di saat-saat yang sulit.
Nah, soal tradisinya sendiri, Meugang itu kearifan lokal yang istimewa. Dilakukan untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri, momen ini mempertemukan masyarakat dalam satu meja atau lebih tepatnya, dalam satu wajan besar untuk memasak dan menikmati daging sapi bersama. Ikatan sosial kembali diperkuat di sini.
Sebenarnya, bantuan untuk Meugang sudah pernah digelontorkan di awal Ramadan. Kala itu, nilainya mencapai Rp 72,72 miliar. Kini, menyongsong hari raya, bantuan serupa kembali mengalir.
Artikel Terkait
Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran
Alfamidi Antarkan 1.250 Pemudik Gratis, Tambah Rute Penerbangan ke Palembang
Angkot Terbakar di Depok Diduga Akibat Korsleting Listrik, Tak Ada Korban Jiwa
Kemenkes Ingatkan Pentingnya Atur Batasan untuk Jaga Kesehatan Mental Saat Mudik